Kamis, 24 Oktober 2013

cara upgrade Samsung Galaxy y ke android jelly bean 4.2

Topik Harian kali ini akan beragi tips yang cukup menarik yaitu Cara Upgrade Android samsung Galaxy young ke Android Jelly bean 4.2 . bagi kalian yang memiliki samsung Galaxy young dan ingin menaikan versinya cocok banget dengan postingan saya kali ini. silahkan disimak dan bisa langsung di praktekan. Semoga berhasil :
Hal yang harus diperhatikan !!
- Pastikan ponsel kamu adalah Samsung Galaxy young s5360
- Pastikan versi Android kamu masih 2.3.5 atau 2.3.6 (Standar pabrik)
Cara Upgrade Android samsung Galaxy young ke Android Jelly bean 4.2 

Langkah pertama:

- Ponsel harus sudah di Root, jika belum download fileUpdate.Zip ukuran 2 Mb ( Klik DISINI ), simpan file tersebut di SDcard di luar folder, Masuk Menu –Settings –Applications –Development –USB Debugging di centang, kemudian Matikan ponsel, Hidupkan dengan menekanTombol power On/off, Tombol volume atas dan tombol Home hingga masuk ke Recovery mode, Gulir kebawah menggunakan Tombol volume bawah dan Pilih Apply update from SDcard menggunakan tombol Home, Cari file bernama Update.Zip, ketemu, pilih dan klik OK, selesai pilih Reboot, Ponsel selesai di Root.
- Backup Kontak ke Gmail, Backup SMS dan aplikasi terinstal ke SD Card menggunakan aplikasi Backup, download di Googplay, hapus aplikasi Link2sd atau aplikasi sejenis jika ada.
- Download kedua file di bawah ini dan simpan di SDcard “diluar folder”
CWM-Jelindonesia.Zip 1.3 Mb [ Klik Disini ]
Jelindonesia.Zip 130 Mb [ Klik Disini ]
- Masuk dulu ke Menu — Pengaturan – - Aplikasi — Development — USB Debuging di centang

Langkah kedua :
- Matikan ponsel
- Hidupkan kembali dengan cara menekan secara bersamaan Tombol power on/off, tombol Volume atas dan tombol Home hingga masuk pada Recovery mode
Catatan : Di dalam Recovery mode kamu hanya bisa menggunakan Tombol Power on/off sebagai Kembali, Tombol Volume atas/bawah sebagai Gulir ke atas atau ke bawah dan Tombol HOME sebagai OK atau Pilih.
- Pilih Aplly update from SDcard
- Pilih CWM-Jelindonesia.Zip maka kamu akan masuk ke CWM Recovery mode
- Pilih WIPE Data/Cache kemudian pilih Yes – Delete All
- Pilih WIPE Cache Partition kemudian pilih Yes – Wipe cache
- Pilih Install Zip from SDcard
- Cari menggunakan tombol gulir/tombol Volume Atas/bawah tulisan yang bernama JELINDONESIA.Zip, ketemu? Klik OK/Pilih dan tunggu hingga proses penginstalan selesai.
- Setelah proses instal selesai, kembali dan pilihRebooting, maka ponsel kamu akan melakukan 2x proses Reboot, Proses Reboot kurang lebih 5 Menit, tunggu hingga Ponsel kamu Hidup secara Otomatis.
- Selesai dan selamat menikmati Samsung Galaxy Young s5360 Android OS Jelly bean 4.2.1
Itulah Cara Upgrade Android samsung Galaxy young ke Android Jelly bean 4.2 semoga bermanfaat dan tidak lupa juga saya ucapkan terimakasih atas kunjungannya

Sabtu, 12 Oktober 2013

menyusun RAB

Menyusun Rencana Anggaran Biaya Bangunan (RAB)

Woo...
Tugas-tugas gue sudah hampir kelar semua. Yah, tinggal 40% lah, dari keseluruhannya. Hampir stres gue dibuatnya. Tapi bukan Haris namanya kalau sampai stres. Dunia kiamat, pun gue akan berusaha tetap tersenyum.
Post kali ini gue akan membahas tentang salah satu tugas gue, yaitu RAB atau Rencana Anggaran Biaya. Sebelum menuju ke langkah perhitungan, gue akan sekilas menerangkan tentang RAB. Apa sih RAB?

RAB (Rencana Angaran Biaya) adalah banyaknya biaya yang dibutuhkan baik dari upah maupun bahan dalam sebuah perkerjaan proyek konstruksi, baik rumah, gedung, jembatan, masjid, dan lain-lain. 

Oke! Tanpa banyak cing-cong, gue akan langsung memberikan langkah-langkah perhitungan RAB. Dan bagi para pembaca, jangan lupa dibaca sampai selesai dahulu dan dipahami.
1. Menghitung Volume
misalnya, gue punya lahan dengan lebar 12 m dan panjang 15 m, maka volume dari pekerjaan pembersihan lapangannya adalah 12x15 = 180 m persegi. Jadi, volume belum tentu satuannya adalah meter kubik (panjang x lebar x tinggi).

2.Membuat HSP (Harga Satuan Pekerjaan)
HSP adalah Hasil kali dari HargaUpah/Material dengan Index Analisa, kemudian dijumlahkan.


3. Membuat RAB
RAB didapat dari hasil kali dari Volume dengan HSP untuk setiap sub item pekerjaan.



4.Membuat Rekapitulasi
Hasil kali dari Volume dengan HSP kemudian dijumlahkan dari masing-masing sub item pekerjaan.



Gue rasa sudah cukup jelas, bagi yang masih belum jelas dengan tutorial gambar, boleh donlot hasil kerja gue di sini. Gue kasih gratis-tis, dengan tujuan agar para pembaca weblog gue yang budiman sudi untuk memberikan kritik dan saran pada gue.
--
NB:
Lihat juga post tentang Membuat Kurva-S
Sebagai tambahan referensi silakan download contoh RAB di sini.

_____________________
sumber sedikit banyak didapat dari argajogja.blogspot.com

menejemen proyek( kurva s )

Membuat Kurva-S [Manajemen Proyek]

(Malang, HARISPRADIPTA.blogspot.com)

Akhirnya gue mengerjakan Proyek Akhir juga. Apa itu Proyek Akhir? Proyek Akhir itu Skripsinya Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang ambil studi D3. Lalu apa hubungannya dengan judul post ini?

Nah, begini ceritanya. Judul Proyek Akhir gue “Studi Perbandingan Biaya dan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Dinding Menggunakan Batu Bata Ringan Citicon Dengan Batu Bata Merah  Proyek Pembangunan Rumah Dua Lantai Perumahan Araya Kavling 43 & 45”, panjang ya? Karena menurut gue yang panjang itu pasti keren!

Nah, seperti yang tertera dalam judul, gue membahas tentang biaya dan waktu. Untuk perhitungan biaya proyek, teman-teman dapat membaca di post gue sebelumnya tentang cara-cara perhitungan RAB (klik disini). Setelah perhitungan RAB, para kontraktor harus meneruskan pekerjaannya menghitung RAP atau Rencana Anggaran Pelaksanaan. RAP kebutuhan material dan tenaga secara detail untuk menyelesaikan suatu bangunan, atau dapat juga dimaksud dengan penjabaran dari RAB (Rencana Anggaran Biaya). Pada umumnya RAB digunakan untuk mengajukan penawaran pekerjaan borongan, sedangkan RAP digunakan untuk menentukan jumlah material dan tenaga dalam pelaksanaan pembangunan.

Kemudian setelah jumlah duit berhasil diketahui, maka kontraktor dapat melangkah ke pembuatan kurva S. Untuk contoh mudahnya saya ambilkan dari proyek yang kapasitasnya kecil (gue belum dapat persetujuan untuk mempublikasikan RAB, RAP dan kurva S proyek yang gue gunakan sebagai obyek Proyek Akhir. Sori…).

Tapi sebelum itu, mari kita kenal dulu apa itu kurva S atau dalam bahasa kerennya disebut S-Curve. Kurva S secara grafis adalah penggambaran kemajuan kerja (bobot %) kumulatif pada sumbu vertikal terhadap waktu pada sumbu horisontal. Kemajuan kegiatan biasanya diukur terhadap jumlah uang yang telah dikeluarkan oleh proyek. Perbandingan kurva “S” rencana dengan kurva pelaksanaan memungkinkan dapat diketahuinya kemajuan pelaksanaan proyek apakah sesuai, lambat, ataupun lebih dari yang direncanakan.

Bobot kegiatan adalah nilai persentase proyek dimana penggunaannya dipakai untuk mengetahui kemajuan proyek tersebut.



Misalnya sebuah proyek memiliki bobot pekerjaan seperti pada tabel di bawah ini.



Maka perhitungan bobot kegiatan (2), beton/dinding adalah:



Setelah mendapatkan bobot kegiatan, selanjutnya adalah membuat tabel bar chart dan bobot kegiatan yang didistribusikan ke setiap periode kegiatan. Misalnya, kegiatan beton/dinding akan dilaksanakan selama enam minggu, maka bobot kegiatan beton/dinding per periode adalah:



Hasil setiap periode dijumlahkan dan selanjutnya bobot per periode ditambahkan periode sebelumnya sehingga akhir proyek akan mencapai bobot 100 %. Selanjutnya, dibuatkan kurva dengan memplot nilai bobot per periodenya, seperti pada gambar di bawah ini.



klik untuk perbesar


Banyak orang bingung tentang bagaimana mengalokasikan waktu untuk tiap-tiap jenis kegiatan pekerjaan (dalam gambar tertera bahwa pekerjaan beton/dinding dialokasikan menjadi 6 minggu). Mungkin bagi para ahli manajemen proyek, ini bukan hal yang sulit namun bagi gue hal ini cukup membuat gue tidak bisa tidur semalaman.

Untuk mengalokasikan waktu dari sebuah pekerjaan kita dapat menggunakan cara volume pekerjaan dinding keseluruhan harus dibagi dengan kecepatan konstruksi material batu bata merah, yaitu 6 – 8 m2/hari.

Jika dalam pembuatan Time Schedule waktu dibagi menjadi per minggu, maka hasil pembagian volume pekerjaan dengan kecepatan konstruksi harus dibagi dengan tujuh hari dalam satu minggu.

Misalnya pada contoh proyek pada lantai satu memiliki volume pekerjaan dinding sebesar 51 m3. Maka langkah untuk menghitung alokasi pekerjaan, pertama adalah konversi satuan volume dari m3 menjadi m2, karena 1 m3 sama dengan 6,7 m2 (tebal bata pada umumnya), maka:

51 m3 x 6,7 = 341,7 m2

Kemudian satuan luas yang didapat dari konversi volume pekerjaan dibagi dengan kecepatan konstruksi dinding menggunakan pasangan batu bata merah:



Jika dalam time schedule waktu pelaksanaan didistribusikan menjadi satuan minggu, maka jumlah hari yang diperoleh harus dibagi dengan tujuh hari:



Jadi jika bobot pekerjaan dinding batu bata merah misalnya 5,787 %, maka persentase tersebut harus dibagi dengan jumlah minggu yang ditemukan. Kemudian hasilnya dimasukkan pada chart pada time schedule dalam satuan persen yang telah ditemukan, yaitu 0,965 %.



Nah, sekarang sudah dapat kita ketahui darimana angka 0,965 di gambar time schedule di atas dan bagaimana cara alokasi waktu enam minggu untuk pekerjaan beton/dinding.

Semoga post ini bermanfaat bagi teman-teman sekalian. Pada post berikutnya gue janji akan membagikan Proyek Akhir gue pada teman-teman sekalian. Tentunya kalau Proyek Ahir gue sudah diuji. Gue harap teman-teman sudi memberikan kritik dan saran.(download laporan Proyek Akhir saya di sini)

NB: Sebagai referensi teman-teman dapat unduh file contoh perhitungan RAB dan pembuatan kurva-S (klik disini).