Rabu, 22 Mei 2013

belajar bahasa makasar

  Sedikit mengutip
1. KI'
Ki' disini artinya sama dengan KAMU. Tapi lebih sopan. Contoh penggunaan dalam kalimat: DIMANAKI'?artinya: Kamu dimana? Biasa digunakan untuk orang yang lebih tua karena lebih sopan. trus kalo ada orang odo'-odo' (naksir) kamu terus org bugis trus pake  ki' ki'..? hhmm pertanda cinta itu, ...

2. KO
Sama ji juga dengan Kamu.. Cuma ini bukannya kurang sopan, cuma lebih akrab. Biasa digunakan buat teman-teman contoh: Woy.. Dimanako makan? artinya: Woy.. Kamu makan dimana? Sama ji kayak anak Jakarta.. Cuma mereka kan pake 'Elo!' Kalo di Makassar dia pake' 'KO!' Begitu .. Jangan pernah pake KO ke orang tua, guru, dosen, atau yang lebih tua.. TIDAK SOPAN!!

3. OKKOTS
Orang Makassar itu kebiasaan dengan kata OKKOTS, apa itu OKKOTS? kelebihan G dan kekurangan G. Saya mengambil contoh dari blognya Benjen.
Contoh: ayo pergi makanG deh.. sudah itu pulan miki.. arti: ayo pergi makan.. sudah itu kita pulang..  *HIDUP OKKOTSS!! YEAH.. jangan malu untuk ber-OKKOTS, temanG-temanG!!

4. MI / JI ..
Mi dan Ji itu seperti imbuhan.. contoh: AYO'MI! itu artinya seperti AYO LAH!! Kalo imbuhan JI, contoh penggunaan kalimatnya seperti ini: bimbim ji yang sakit.. artinya: Cuma bimbim yang sakit..

5. Tawwa..
Tawwa itu seperti pujian buat orang atau biasa digunakan untuk menggodai orang. Contoh dalam kalimat: CIE TAWWA.. MOBIL BARU! artinya: Ciee yang mobil baru.. atau.. Liatki tawwa wawa baru jilbabnya artinya: Liat tuh Si wawa.. jilbabnya baru!..

6. Anu..
Oiya, jangan heran kalo orang sini doyan bilang ANU.. Anu ini bukan anu yang macam-macam.. Kadang-kadang ANU, dipake kalo misalnya orang itu sedang lupa atau memikirkan kata apa yang mau diucapkan.. contoh: Aduh itueee.. Si Anu.. Saya lupa namanya.. 

7. Kodong
Kodong itu buikan singkatan dari kedondong.. Kodong itu ekspresi kesedihan atau kekecewaan. Contoh:Hilang dompetku KODONG.. hiksss!! Terus balasan yang cocok untuk ekspresi diatasa adalah: Kodong! Hilang dompetmu? Selama' yaaa!! (ajaran sesat jangan ditiru!)

8. WE!!
Gaya memanggil orang Makassar, biasanya kan HEY! , tapi kalo di makassar manggilnya jadi begini : We.. mau ko kemana?

1. Apa deh!! artinya: Apaan sih?
2. Angngapeko? artinya: Elo kenapa?
3. Asala' kau ji, artinya: Terserah kamu aja deh!
4. Ambe' mua mi.. artinya: Ambil aja semua!
5. Allengasemmi, artinya: Ambil aja semua!
6. Apa mi poeng.. Terlanjur mi, artinya: yowes.. udah terlanjur juga..

7. Bella naaaa, artinya: JAUHnyaaaa..
8. Bagaya ee, artinya: banyak gaya lo!
9. BAGA, artinya: Bodo'! 
10. Ballisikku kawee, artinya: aku sebel tau!
11. Bedededeh, artinya: WAH!
12. BAKKA'na! artinya: besarnya!

13. Calleda', artinya: genit atau banyak gaya!
14. Candoleng-doleng, artinya: kalo nda salah sih ini nama penari di daerah SulSel cuma dibawakan sama banci *KATANYAAAAA...
15. Cipuru' ka, artinya: saya lapar
16. Cesss, artinya: teman!

17. Dongo', Dompala' dan Dondolo'.. artinya: Bodoh, bego ,dkk *agak kasar!
18. Dahsyatnya arrakadaaa'! artinya: alamak! dahsyatnya *bahasanya mama'ku!
19. EPEN kah? artinya: Emang Penting?
20. Ededeh! artinya: seruan kalo misalnya lagi mengeluh. Contoh: Ededeh! Sakitnya! Yah sodaraan  sama kata "Aduh!"

21. KAMASE, artinya: KASIAN! *selalu muncul di postingannya Alstrojo
22. Kenapsko? artinya: Kenapa kamu? *kenapa digaulkan menjadi KENAPS?
23. Kampudess artinya: Kampungan
24. Lale na inie artinya: Kamu mesum ah! Lale itu mesum
25. Lannya' artinya: Hilang

26. Manyyu'! artinya: *ungkapan kekesalan
27. Nganre artinya: Makan
27. Pergima!! artinya: Saya pergi!!
28. Patardes artinya: bohong!
29. Palla' na! artinya: Jagonya!
30. Palukka' artinya: pencuri

31. Rantasa' artinya: jorok
32. Rotasa' artinya: berantakan, jorok
33. Rapa-rapa dudukoo, artinya: kamu sih.. tergesa-gesa!
34. Sante mako nah! artinya: eh elo sante aja kaleee..
35. Tanja' na e.. artinya: muka'mu.
36. Tabe'! artinya: permisi!

37. Talekang, artinya: banyak gaya
38. Tappu'ma artinya: saya sudah putus.. Tappu itu kebalikan kata dari latto'.. latto' artinya jadian
39. Upa'! artinya: untung besar
40. Ta'bangka! artinya: KAGET!
41. Ya dendeeee artinya ekspresi menakut-nakuti, contoh: Ya dendeee ada hantu di belakangmu!

Mertua Perempuan Vs Menantu Perempuan


Entri ku kali ini membahas masalah yang sudah menjadi hal umum di masyarakat luas,di timur ataupun di barat.Kenapa tidak mertua laki laki Vs menantu perempuan,atau mertua perempuan Vs menantu laki laki,yaa,,,,,mungkin ada beberapa,tapi kebanyakan memang benar mertua perempuan Vs menantu perempuan.Enth ini sudah mendarah daging atau memang ini sudah menjadi pencitraan adat. . .saya sendiri juga bingung apa arena faktor emosional antar peempuan jauh lebih tinggi dari pada laki laki dengan laki laki ya..!!!!.Banyak sekali faktor yang bisa membuat hubungan menantu dengan mertua menjadi renggang.Hingga terkadang sampai muncul anggapan mertua yang menjengkelkan.seeekkkkkk reekkkk,jo kesusu mengartikan seperti itu,terkadang ada juga menantu yang menjengkelkan,sikap n sifatnya bisa membuat mertua naik darah.
Beberapa faktor yang menjadi pemicu kerenggangan hubungan mertua dengan menantu:
1. Pernikahan Yang Tidak Di Setujui
Banyak dari berbagai cerita yang tersiar di masyarakat luas,Seorang anak laki laki yang ingin menikahi perempuan idamanya,terkadang tidak mendapat restu dari orang tuanya.Ketika sang istri ini nantinya mengetahui pernikahannya di tentang keluarga laki lakinya,maka ini akan menjadi bumerang antara sang istri dengan sang mertua,karena merasa tidak di sukai akhirnya sang istri bisa juga bersikap acuh pada mertua.Tapi banyak juga kok rek mertua yang memang benar benar tidak menyukai menantunya karena faktor faktor lain,meskipun sang menantu baik hati lemah lembut sopan.
2. Tinggal Seatap Dengan Mertua
Banyak pengalaman yang mencuak ke permukaan masyarakat,jika kita tinggal seatap dengan mertua pasti banyak sekali nantinya konflik konflik yang timbul.Entah itu dari perbedaan cara memasak,atau mungkin sang menantu kurang rajin,atau mencuci kurang bersih,itu bisa menjadi pemicunya.Tapi terkadang banyak juga yang mengalami hal berbeda,mereka sudah rajin bersih,ehhh tapi mertua tetap saja mencari kesalahan sang menantu,menurut kalian gimna nih...!!!!??
3. Perbedaan Lingkungan Ataupun Gaya Hidup
Kita bilang,ini zaman modern,bukan zaman kuno lagiii maaaa,,,,,,hehehehehehe
Tidak bagi para ibu mertua yang memikiranya masih menganut abad kuno,hehehehehe...
Mertua yang seperti itu sulit bisa di ajak kompromi sulit di ajak sharring,pasti maunya sendiri,Kita sebagai menantu harus mengikuti jalan pikiran nya,iyakan,,!!! Anak muda sekarang bilang itu ndak mboizzzz alias gag seru,hehehehe
Terkadang si menantu berpikiran modern,dengan gaya hidup yang glamor,atau bisa juga pikiran modrn tapi gaya hidup sederhana,,itu pun masih tidak benar di mata mertua.Karena mertua bilang tidak sopan.orang jawa bilang,gag duwe unggah ungguh alias gag duwe tata krama.Padahal kan gag gitu nuja kaleeee. . .
Bisa juga si mertua sensi dengan cara berpakaian kita.Atau bisa juga si mertua sensi melihat kita berdandan,ber rias diri,banyak sekali hal pemicu kesenjangan itu.Bisa juga si mertua menyuruh kita mengembala terna,,iyakann,,,!!!!!? waahhhhh parah ini,sudah parahhhh,susahnya kalo kita itu hidup dari perkotaan terus pindah ke pedesaan terpencil,Kayak kayaknya hal itu harus di turuti sist.meski kepaksa sehhh...makanya kalo kita mau cari pendamping hidup,kita harus jeli melihat dari lingkungan mana laki laki itu tinggalnya,jangan menyesal nantinya kalo ternyata sudah menikah eehhhhh rumahnya di desa terpencil hhghghghghghghg,,,,suruh e kamu nanti mengembala terna hehehhee.
Makanya kita harus selektif memilih.
4.Kecantikan Istri
Saya pernah dapat cerita dari teman saya,namaya saya samarin saja yah,A. Si A ini cantik sekali,suaminya pas pasan tampangnya.Mertuanya lumayan cantik daripada mertua sepupuku,heheheee. . .
Karena kecantikannya itu si mertua jadi salah tingkah,merasa tersaingi.Apapun yang di pake ataupun di kenakan si menantu pasti di komen mulu.Bilang ndak pas lah ndak cocoklah,terkadang sedikit menyakitkan sech kata katanya,Abis si A meskipun tidak dandan tetap saja terlihat cantik hehehhe,,makanya sist hati hati kalo punya wajah cantik,tidak semua mertua bangga loh punya menantu cantik.
5. Si Mertua Selalu Mencampuri Urusan Sang Anak dan Menantu
Naaahhh. . . kalo ini baru pengalaman saya sendiri rekkk. . .Mertuaku sering sekali ikut adil dalam masalahku dengan suami,aku tidak nyaman.Awalnya sehh aku baik baik saja dengan sikap adil mertua,eehhh lama kelamaan aku merasa terganggu .Masa iyah kalo mau ngambil keputusan harus tunggu mertua ikut adil dulu,ndak etislah itu.Terkadang aku merasa tidak di anggap di rumah itu.Alhasil,aku akhirnya bersama suami bisa keluar dari rumah itu.Sekarang lebih nyaman lebih tentram menjauh dari mertua.Ya begitulah mertua kalo selalu menganggap dirinya paling benar.Ia merasa tua,jadi ia merasa benar sendiri.
6.dll. . .  
Masih banyak lagi sist faktor faktor yang lain yang dapat membuat renggang hubungan mertua dengan menantu.Ini hanya sebagaian.Mungkin di luar sana masih banyak lagi cerita certia ibu rumah tangga yang lain,bahkan ada juga yang lebih parah ,hingga masuk dalam kategori kekerasa.
Bisa juga karena si mertua merasa tersaingi,dan si mertua merasa kita merebut anaknya dari dirinya,itu kan bisa juga menjadi faktor kecembuaruan sist..
OKLAH. . .next kita sambut lagi entri ku yang baru. .


Kamis, 16 Mei 2013

melani and tadd


Psikologi Kematian

Psikologi Kematian

Sampul Depan
Hikmah, 2005 - 179 halaman

Apa yang dikatakan orang - Tulis resensi

Review: Psikologi Kematian

Ulasan Pengguna  - Novita Indah - Goodreads

Buku terkait

Aku kesepian, sayang
Seno Gumira Ajidarma
Tuhan begitu dekat
Komaruddin Hidayat
The Wisdom Of Life
Komaruddin Hidayat
Psikologi Beragama
Komaruddin Hidayat
Wahyu di langit wahyu di bumi
Komaruddin Hidayat
Tragedi Raja Midas
Komaruddin Hidayat
Psikologi Ibadah
Komaruddin Hidayat
250 wisdoms
Komaruddin Hidayat, Abdullah Wong
Meraih hidup bermakna
Hanna Djumhana Bastaman
Hidup Setelah Mati
Raymond A. Moody

Halaman terpilih

Isi

Bagian 9
100

Bagian 10
115

Bagian 11
119

Bagian 12
128

Bagian 13
132

Bagian 14
169

Bagian 15
172

Bagian yang populer

Halaman ii - Hikmah yang menerbitkan buku-buku umum bertemakan spiritualitas praktis, motivasi, pluralitas, dan universalitas kemanusiaan.
Halaman 35 - Ketuhanan (yang dimaksudkan barangkali kebertuhanan) tidak mewakili dampak secara praksis dan fungsional kalau saja tidak termanifestasikan dalam realita perilaku kemanusiaan. Sila-sila yang lain sesungguhnya merupakan kelanjutan logis dan tuntutan etis baik dalam tataran individual maupun kolektif. Visi ketuhanan dan kemanusiaan yang berakar pada setiap individu dan terjelma dalam tata nilai budaya bangsa akan memberikan pencerahan dan arahan pada perjalanan bangsa ini. Sehingga cita-cita sosial...
Halaman 34 - Tuhan sebagai tujuan akhirnya, maka ia akan terbebaskan dari derita alienasi, karena Tuhan adalah pesona yang Mahahadir (omnipresent) dan Mahamutlak. Eksistensi yang relatif akan lenyap ke dalam eksistensi yang absolut. Keyakinan dan perasaan akan kemahahadiran Tuhan inilah yang akan memberikan kekuatan, pengendalian dan sekaligus kedamaian dalam hati seseorang. Sehingga, yang bersangkutan merasa berada dalam orbit Tuhan, bukannya putaran dunia yang tak jelas lagi ujung pangkalnya.
Halaman 35 - Secara retorik, apa yang dikemukakan di atas sesungguhnya sudah tersurat dalam dua sila pertama dari Pancasila. Dua sila pertama itulah, hemat saya, inti Pancasila yang diharapkan menumbuhkan etos manusia Indonesia. Manusia (Indonesia) akan bisa dipahami secara benar kemanusiaannya hanya ketika ia dikaitkan dengan Tuhan Sang Pencipta dan Pembimbingnya. Sebaliknya, sila Ketuhanan (yang dimaksudkan barangkali kebertuhanan) tidak mewakili dampak secara praksis dan fungsional kalau saja tidak termanifestasikan...
Halaman 34 - Sebagaimana diyakini kalangan idealismespiritualisme, di balik setiap transformasi sosial terdapat nilai-nilai ideal yang mendorong dan mengarahkan jalannya sejarah, meskipun jalan yang ditempuhnya kadangkala bersifat spiral dan dialektis, bukannya linier dan mulus.
Halaman 32 - Ketiga, mereka yang teralienasikan dari Tuhannya dan sekaligus juga dari lingkungan sosialnya. Persoalan alienasi adalah persoalan kejiwaan manusia, manusia berperan sebagai penyebab munculnya alienasi tetapi sekaligus juga sebagai kurban yang harus menanggung akibatnya. Meskipun kita katakan bahwa alienasi adalah persoalan kejiwaan, problema ini memiliki keterkaitan erat dengan persoalan epistemologi. Sebagaimana telah disinggung di muka, pandangan...
Halaman 96 - Rasulullah mengajarkan agar seseorang ketika meninggal hendaknya mewariskan ilmu yang bermanfaat bagi kemanusiaan, harta kekayaan yang dibelanjakan untuk kesejahteraan umat, dan anak ataupun generasi yang saleh. Ketiga warisan itulah yang membuat seseorang panjang umur, sekalipun seseorang telah meninggal.
Halaman 35 - ... suburnya nilai-nilai ketuhanan dalam perilaku manusia ataukah tidak. Di sini 'kebertuhanan' dan 'keberperikemanusiaan' merupakan poros dan sekaligus tolok ukur untuk mengevaluasi proses sejarah. Dengan meminjam teori cermin al-Gazali,aktivitas kemanusiaan yang tidak diterangi oleh cahaya keilahian bagaikan orang berjalan di atas lorong setan yang gelap.
Halaman 32 - Tuhan dan keterkaitannya dengan manusia lain dalam kehidupan sosial. Dalam kehidupan modern sekarang ini terdapat kecenderungan pada lapisan atau kelompok sosial tertentu ke arah situasi keterasingan atau alienasi, yang bisa kita bedakan, setidaknya ke dalam tiga kelompok.
Halaman 33 - ... dari realitas yang lebih tinggi (upward causation). Dua paradigma di atas memiliki perbedaan yang amat mendasar dan membias kepada berbagai aliran ilmu pengetahuan dan filsafat, sehingga dengan demikian mereka mempunyai konsep tentang 'realitas

Informasi bibliografi

KAMASUTRA_Manusia dan Seks

Manusia dan Seks
« on: 11 December 2007, 10:47:22 AM »
saya membaca topik yang ditulis sdr. Harkingko di majalah Dharma Prabha, edisi 48, Februari 2006, dan menurut saya isinya menarik. Mungkin ada anggota forum DC yang belum sempat membacanya, sehingga saya bermaksud men-sharing hal ini disini.

artikel lengkap di link ini :
http://www.dhammacitta.org/pustaka/ebook/dharma-prabha/dharma-prabha-48.pdf

Semoga Semua Mahkluk memperoleh Kebahagiaan dan sebab-sebabnya!


By : Zen
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: Manusia dan Seks
« Reply #1 on: 11 December 2007, 10:48:19 AM »
Manusia dan Seks

Seks adalah kata yang sangat tidak asing di telinga kita, tetapi anehnya seringkali kita merasa tabu dan agak malu-malu jika menyinggungnya. Nah, kemudian agar kita dapat membicarakan dan mendiskusikannya dengan bebas terbuka, maka para ahli bahasa dan ilmuwan pun membuat seks ini menjadi ilmiah dengan menambahkan akhiran “-tas” dan “-logi” menjadi “seksualitas” dan “seksologi”, sehingga jadilah seksualitas adalah untuk dibahas dan didiskusikan, seksologi adalah untuk ditulis secara ilmiah, dan seks adalah untuk dialami dan ‘dinikmati’.

Di dalam kamus, seks sebenarnya mempunyai dua arti, yaitu seks yang berarti jenis kelamin atau gender, dan seks yang berarti senggama atau melakukan aktivitas seksual, yaitu hubungan penyatuan antara dua individu dalam konteks gender di atas.

Meskipun baru didefinisikan sampai seperti ini di zaman sekarang, seks ini ternyata telah mempunyai sejarah yang sangat panjang seumur peradaban manusia. Seks ternyata telah eksis dan turut membentuk struktur kultural di setiap peradaban manusia mengikuti aliran waktu dan tempat. Setiap masa dan setiap tempat mempunyai sejarah dan pandangan sendiri terhadap seksualitas yang menunjukkan demikian besarnya perhatian umat manusia terhadap masalah ini.

Bangsa kita contohnya, mempunyai sejarah panjang tentang seks yang menunjukkan bahwa sejak dahulu kala urusan hubungan badan dan gender ini telah menempati porsi yang penting pada kultur di masa itu dan bukan hal yang tabu membicarakannya. Kita dapat mengambil contoh salah satu peninggalan zaman keemasan kerajaan-kerajaan di Jawa dan Bali tempoe doeloe, yaitu lingga-yoni yang terdapat di candi-candi yang dibangun pada masa kejayaan kerajaan-kerajaan Hindu.

Pada masa itu, masyarakat Hindu kuno di Jawa dan Bali lebih mengutamakan pemujaan terhadap Dewa Siwa, salah satu dewa dalam Trimurti mitologi Hindu, yang terdiri dari Dewa Brahma, Siwa, dan Wisnu. Pemujaan terhadap Dewa Siwa, yang merupakan perwujudan dari kekuatan penciptaan, pelindung, dan perusak dalam konsep kosmologi Hindu Jawa-Bali kuno, pada zaman itu dinyatakan dalam bentuk lingga dan arca. Lingga merupakan salah satu objek pemujaan tertua terhadap Dewa Siwa yang berbentuk phallus atau p*n*s, alat kelamin pria. Ada beberapa alasan atau dugaan yang dikemukakan para ahli berkaitan dengan bentuk lingga yang dianggap mewakili Siwa, yaitu manusia adalah homo simbolicus, makhluk yang lebih mudah mengenali dan memahami fenomena-fenomena nyata maupun abstrak melalui simbol-simbol sebagai alat komunikasi; bentuk phallus atau p*n*s dianggap mewakili segala bentuk meskipun tidak berwujud, yang tidak lain melambangkan kesempurnaan Dewa Siwa; dan phallus atau kelamin pria melambangkan kekuatan penciptaan Dewa Siwa. Lingga biasanya didirikan di atas sebuah lapik atau semacam pondasi yang disebut yoni yang merupakan simbol alat kelamin wanita. Penyatuan lingga dan yoni tersebut melambangkan penciptaan dunia dan kesuburan. Pentingnya yoni, unsur wanita, dalam konsep penyatuan dapat dilihat dari dewa-dewa dalam kepercayaan Hindu yang didampingi “shakti” yang berwujud wanita. Shakti tidak lain adalah representasi kekuatan dan kesaktian sang dewa dalam melakukan tugasnya. Dewa Siwa yang berwujud pria, misalnya, didampingi oleh Dewi Durga yang berwujud wanita sebagai shaktinya.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: Manusia dan Seks
« Reply #2 on: 11 December 2007, 10:48:55 AM »
Bangsa Cina dari dulu memandang seksualitas melalui tradisi Konfusianisme dan Taoisme yang telah berumur ribuan tahun. Doktrin Taoisme melihat bahwa wanita dan pria merupakan representasi dari unsur Yin dan Yang di alam semesta. Yang merupakan unsur pemberi dan bersifat aktif, sedangkan Yin merupakan unsur penerima dan bersifat pasif. Perpaduan kedua unsur ini melahirkan sesuatu yang baru, yaitu penciptaan atau kreasi. Pria dipercaya mempunyai energi Yang yang terbatas, sedangkan wanita mempunyai energi Yin yang tidak terbatas, sehingga pria tidak dianjurkan untuk menghabiskan energi Yang mereka, dengan mengalami ejakulasi awal, tanpa memperoleh energi Yin. Para pria dianjurkan menahan ejakulasi mereka sampai wanita mencapai orgasme sehingga momen senggama tersebut “tepat waktu” sebelum pria kehabisan energi Yang. “Ketidaktepatan waktu” senggama konon dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan bahkan kematian.

Lain Taoisme, lain lagi Konfusianisme yang lebih menekankan aspek tata susila dalam hubungan sosial. Tradisi yang berakar dari filsuf Konfusius ini cenderung berpendapat bahwa seks pada hakekatnya merupakan perbuatan ‘tidak bersih’ dan semata-mata hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan berketurunan dan berkeluarga, sehingga tradisi Konfusius membuat bermacam aturan moral dan etika untuk mengatur hubungan antara dua individu dalam lembaga perkawinan dan rumah tangga.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: Manusia dan Seks
« Reply #3 on: 11 December 2007, 10:49:41 AM »
Selain bangsa Cina, bangsa India juga menunjukkan apresiasi yang sangat mendalam terhadap masalah seks ini. Kultur India yang kaya dan eksotis banyak dipengaruhi oleh ajaran Hindu dan Buddha. Namun, terdapat perbedaan besar antara dua aliran pemikiran besar ini. Hinduisme, bersama dengan ajaran Tantra, menganut konsep senggama merupakan jalan spiritual yang mengandung makna penyatuan dua unsur berbeda di alam maupun di tubuh manusia mampu membawa kita menuju ke jalan kesempurnaan. Senggama menggambarkan suatu proses hubungan timbal balik dan keharmonisan yang mewarnai tiap interaksi ideal yang terjadi di alam semesta ini. Menurut ajaran Hindu, senggama ini tidak hanya dalam bentuk hubungan seksual fisik, tapi juga senggama dalam arti luas, yaitu interaksi keseharian dengan objek di sekitar kita baik dalam bahasa fisik maupun spiritual. Kesempurnaan akan tercapai apabila kita mampu mengatur interaksi tersebut dalam irama keharmonisan. Kegiatan yang juga disebut “bersenggama dengan alam” tersebut dapat kita lihat dalam keseharian kita berupa hubungan suami-istri, komunikasi dan hubungan sosial antar individu, dan sembahyang, yang melambangkan senggama spiritual antara jiwa atau atma dengan Brahman, dan antara tubuh dengan alam semesta.

Bangsa India juga meninggalkan catatan tertulis untuk urusan senggama ini yang kita kenal dengan teks “Kama Sutra” yang berisi ajaran tentang seni hidup atau bagaimana cara mengolah nafsu dan kesadaran kenikmatan duniawi kita dalam menjalani hidup ini. Dalam Kamasutra, bangsa India kuno digambarkan sangat menaruh perhatian terhadap objek-objek kesenangan indera seperti bau-bauan, warna, musik, sentuhan, makanan dan minuman. Hal ini dapat kita lihat dari 64 seni dalam teks Kama Sutra yang sangat menekankan kemampuan seni seperti bermain musik, menyanyi, menari, dan tato sampai seni pedang dan memanah. “Kama” sendiri berarti nafsu atau kesadaran akan kenikmatan yang timbul melalui interaksi/ kontak objek dan organ pengindera kita yang meliputi pendengaran, penglihatan, perasa, pembau, pengecap, yang diolah oleh kesadaran pikiran kita; sedangkan “sutra” berarti tuntunan kebijaksanaan.

Menurut filosofi Kamasutra, pada intinya hidup adalah pemenuhan kebutuhan terhadap tiga kegiatan utama yang terdiri dari mempertahankan eksistensi, reproduksi, dan menjalankan peraturan tata susila dan etika. Dari ketiganya, kegiatan seks dan mempertahankan hidup (survival) dianggap kekuatan fundamental yang mendorong keberlanjutan eksistensi makhluk hidup.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: Manusia dan Seks
« Reply #4 on: 11 December 2007, 10:50:05 AM »
Berbeda dengan Hindu yang menganggap urusan memuaskan indera merupakan salah satu jalan spiritual dalam memahami alam, Buddhisme mengambil sikap kontra. Ajaran Sang Buddha yang telah berumur lebih dari 2500 tahun ini memandang aktivitas seks adalah sesuatu yang netral, namun nafsu seks yang menyertai aktivitas seks tersebut dapat menghambat pencapaian pencerahan. Menurut Sang Buddha, segala macam jenis kesenangan dan kenikmatan yang dihasilkan oleh indera kita dapat menimbulkan nafsu kemelekatan (kama tanha) dan merupakan penyebab dukkha (keadaan ketidakpuasan) dan kilesa (kekotoran batin) yang akan menghambat jalan kita menuju pencerahan. Sang Buddha juga sangat menekankan bahwa aktivitas seks sendiri tak akan pernah dapat memuaskan nafsu seks kita, dan cara untuk memutuskan penderitaan kita adalah dengan mematikan nafsu itu. Dalam khotbah pertama “Jalan Tengah”-nya, Sang Buddha mengajarkan bahwa seseorang tidak seharusnya mengejar kenikmatan sensual, yang bersifat kasar, tidak terhormat, memalukan, dan merugikan baik secara fisik maupun mental; hubungan seksual yang dilakukan juga jangan sampai melanggar etika-moral dan menimbulkan pergunjingan di masyarakat.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: Manusia dan Seks
« Reply #5 on: 11 December 2007, 10:50:31 AM »
Bangsa Yunani dan Romawi yang dianggap sebagai “ibu” kultur dunia barat dan menyumbangkan pondasi bagi dunia filosofi barat memiliki “sejarah seks”- nya sendiri. Seperti kepercayaan Hindu kuno di Jawa dan Bali, orang Yunani kuno juga menyembah p*n*s atau phallus sebagai simbol kesuburan. Namun, yang membedakan bangsa Helenik ini dengan nenek moyang kita adalah ketidaksejajaran gender yang telah ditunjukkan sejarah mereka dalam hubungan seks. “Diskriminasi” ini dapat kita lihat dari kekerasan seksual terhadap kaum hawa yang umum terjadi, mulai dari pelecehan seksual sampai pemerkosaan, yang bagi pria tindakan semacam ini dipandang perlu sebagai pengakuan “supremasi dan dominasi terhadap lawan jenis”. Hubungan seks tidak hanya dilihat sebagai kebutuhan menyalurkan kasih sayang dengan ikatan rumah tangga atau kebutuhan berketurunan, namun lebih sebagai sarana untuk menyalurkan rasa kepuasan telah menguasai lawan seks. Bahkan Dewa Zeus, dewa tertinggi bangsa Yunani, digambarkan sebagai sosok yang mempunyai libido tinggi dan kerap memaksakan nafsu seksnya terhadap kaum hawa dalam mitologi Yunani.

Dengan melihat kondisi di atas maka pada masa itu prostitusi adalah sesuatu yang lumrah dan bukan hal tabu; demikian juga dengan hubungan seks antara majikan dengan budak wanitanya. Bahkan tidak jarang seorang istri harus bersaing dengan dunia prostitusi dan budak wanita dalam memenuhi kebutuhan seks suaminya. Kedudukan seorang istri dalam masyarakat di masa itu tidak lebih dari sekedar pendamping hidup pria yang berkewajiban membesarkan keturunan dan menangani urusan dapur.

Peradaban Romawi juga setali tiga uang dengan orang Yunani dalam hubungan seksual dan urusan suami-istri. Perselingkuhan seorang suami adalah hal yang dapat diterima, namun tidak demikian halnya dengan perselingkuhan yang dilakukan seorang istri yang akan dianggap melanggar norma sosial.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: Manusia dan Seks
« Reply #6 on: 11 December 2007, 10:51:05 AM »
Beberapa filsuf Barat modern juga tertarik dengan seksualitas dan membangun konsep seksualismenya sendiri. Salah satunya adalah Sigmund Freud yang mempunyai kajian seksualisme dan perkembangan psikologi seksual yang sangat menarik. Ide dan pemikirannya menggebrak pendapat populer pada masanya yang beranggapan bahwa insting seksual individu baru akan muncul pertama kalinya pada saat mengalami puber.

Freud berpendapat sebaliknya bahwa insting seksual seorang anak telah tampak sejak awal masa kehidupannya, yang tampak dari yang paling sederhana seperti mengisap ASI dan jari sampai aktivitas seksual prematur anak-anak dalam bentuk ereksi atau masturbasi. Anak-anak cenderung bersifat autoerotik, yaitu memuaskan dirinya sendiri dengan menggunakan bagian tubuhnya sendiri, seperti dengan mengisap ibu jari atau menyentuh organ genitalnya. Perbedaan anak-anak dengan orang dewasa, yang telah mengalami pubertas, adalah seorang anak kecil cenderung tidak memedulikan bagian tubuh mana yang akan dijadikan objek kepuasannya. Sang anak akan memanfaatkan zona erogen tertentu, objek seksual berupa daerah atau bagian tubuh yang menerima stimulasi, berdasarkan pengalaman sebelumnya untuk mencari bentuk kenikmatan yang dialaminya; contoh si anak akan mengisap jarinya sebagai ganti pengalaman sebelumnya mengisap ASI. Pada orang dewasa, aktivitas mencari kenikmatan tersebut telah dibatasi pada organ genital yang telah berfungsi sempurna.

Setelah melalui masa ribuan tahun peradabannya, manusia perlu menyikapi seks dengan arif, manusia perlu memaknai seks secara positif dan terhormat. Seks harus dipandang sebagai medium menyalurkan kasih sayang, menyingkirkan ego dengan membina hubungan rumah tangga yang harmonis, dan meneruskan darah daging demi eksistensi umat manusia. [Harkingto]

Sumber: Dharma Praba, edisi 48, Februari 2006.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Edward

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.968
  • Reputasi: 85
  • Gender: Male
  • Akulah yang memulai penderitaan ini.....
Re: Manusia dan Seks
« Reply #7 on: 18 December 2007, 02:38:30 PM »
Seks...topick yag slalu hanagt pas zamannya smp ato sma....
Bahkan ampe sekarang.. ;D
“Hanya dengan kesabaran aku dapat menyelamatkan mereka....."

Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.641
  • Reputasi: 179
  • Buddhang Saranam Gacchami...
Re: Manusia dan Seks
« Reply #8 on: 19 December 2007, 10:51:13 AM »
Setetes air dapatkah memenuhi samudra yg begitu luas. Demikianlah keinginan seks yg terjadi saat ini. :(


 _/\_
Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada
 

MOVED: Teman baik manusia di tabu-tabu cina kuno Started by Sunkmanitu Tanka Ob'waci
Replies: 0
Views: 548
Last post 09 November 2009, 12:21:08 PM
by Sunkmanitu Tanka Ob'waci
Apakah Dalam Agama Buddha terdapat manusia pertama di Bumi ini? Started by markosprawira
Replies: 79
Views: 22575
Last post 11 June 2010, 08:39:08 PM
by siaocing29
hubungan antara nama dan rupa di dalam susunan manusia Started by intan mutiara sari
Replies: 4
Views: 1318
Last post 23 May 2010, 10:14:55 PM
by dato' tono
Tujuan Hidup dan Empat Type Manusia Started by Lily W
Replies: 7
Views: 3263
Last post 17 January 2008, 12:14:51 PM
by calon_arahat
masalah terbesar dalam kehidupan manusia Started by EVO
Replies: 29
Views: 5698
Last post 07 March 2008, 04:48:48 PM
by andry
Termasuk tipe manusia apakah kita ??? Started by jamescoa
Replies: 0
Views: 1086
Last post 07 January 2008, 08:04:57 PM
by jamescoa
Mendidik Manusia dengan Kebebasan Berpikir Started by No Pain No Gain
Replies: 1
Views: 932
Last post 10 April 2010, 11:58:21 AM
by tesla