tertutupnya semua auratku bukan berarti aku mulus tanpa dosa. Disisiku tetap saja ada ego yang mendampingiku
Jumat, 16 November 2012
scrip
<script language="javascript">var VideoID = "36722"; var Width = 425; var Height = 344;</script><script src="http://overthumbs.com/flvplayer/einterface.php" language="javascript"></script>
Kamis, 15 November 2012
Cinta dan aplikasi nya
Menurut kaum sufi
cinta adalah kekuatan
yang paling aktif dan paling kuat di dunia ini. Cinta selalu mengaktifkan kita.
Kita beranggapan bahwa kita adalah pencipta dan penguasa hidup kita, tetapi
tindakan kita tidak lain merupakan pertanda kecil dari suatu proses yang besar
dan ghaib. Kita mengetahui hanya satu penggalan yang dapat dilihat, sedang sisi
yang ghaib sangat sedikit yang kita ketahui seperti anak-anak, kita tidak sadar
akan semua kekuatan dan factor yang menjaga kita, menyayangi kita, membimbing
kehidupan dan dunia kita
Arti Dan Dasar-Dasar Cinta
Dalam pandangan Rumi,
cinta itu sebagai dimensi pengalaman rohani, bukan dalam pengertian teoritis
sepenuhnya “mengendalikan” keadaan batin dan “Psikologis”. Ia tidak dapat
diterangkan dengan kata-kata, tapi hanya dapat dipahami melalui pengalaman.
Sebagaimana halnya seseorang yang ingin mengungkapkan cinta kepada kekasihnya,
kata-kata tidak dapat mewakili apa yang ada di hati melalui selembar kertas.
Apalagi cinta seorang sufi pada kekasihNya yang tidak melampaui dunia, tapi juga dunia yang akan
datang dan segala sesuatu yang terjangkau oleh imajinasi.
Tuhan adalah mata air cinta, sebagaimana Dia adalah sumber segala yang ada. Para sufi biasanya
mengutip ayat berikut ini. Yang berbicara tentang hubungan antara cinta tuhan
kepada manusia dan cinta manusia kepadaNya; “Tuhan akan mendatangkan suatu kaum yang dia mencintai mereka
dan mereka mencintainya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang mukmin, dan
keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihat di jalanya yang tidak risau
oleh celaan orang yang suka mencela” (Qs. al Ma’idah:54).
Dalam al qur’an juga banyak sekali ayat-ayat menerangkan tentang cinta. Seprti:
Artinya: “ Dan di
antara manusia ada orang-orang yang meyembah tandingan-tandingan selain Allah,
mereka menciantainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang
yang beriman amat sangat cinya kepada Allah. Dan jika seandainya
orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa {pada
hari kiamat}. Bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat
berat siksanya. (QS al Baqarah:165).
Pada ayat di atas, Allah memulai uraianya dengan berfirman “Diantara manusia ada
orang-orang yang berfirman” diantara manusia ada orang yang meyembah
tandingan selain Allah, baik itu berupa pemimpin mereka. Pandangan
tandingan-tandingan tersebut adalah ciptaanya. Maksud “menyembah” disini lebih khusus sebagai
mencintai yakni taat kepadanya serta berkorban untuknya, layaknya mencintai
Allah.
Dasar-dasar Cinta
Menurut al-Gazali, ada tiga
hal yang mendasari tumbuhnya cinta:
1.Cinta tidak akan
terjadi tanpa proses pengenalan {ma’rifat} dan pengetahuan
2.Cinta terwujud
sesuai dengan tingkat pengenalan dan pengetahuan
3. Manusia tentu
mencintai dirinya
Hal yang pertama di
cintai makhluk hidup adalah dirinya sendiri dan eksistensi dirinya. Cinta
kepada diri sendiri berarti kecenderungan jiwa untuk mempertahankan
kelangsungan hidupnya dan menghindari hal-hal yang bisa menghancurkan dan
membinasakan kelangsungan hidupnya.
Al-Gazali juga
menguraikan lebih jauh tentang hal-hal yang menyebabkan tumbuhnya cinta. Pada
giliranya, sebab-sebab tersebut akan mengantarkan seseorang kepada cinta
sejati, yaitu cinta kepada tuhan yang maha mencintai.
Sebab-sebab itu
adalah sebagai berikut:
a.
Cinta
kepada diri sendiri, kekekalan,
kesempurnaan, dan keberlangsungan hidup. Orang yang mengenal diri dan tuhannya tentu ia pun
mengenal bahwa ia sesungguhnya tidak memiliki diri pribadinya. Eksistensi
dan kesempurnaan dirinya adalah tergantung kepada tuhan yang menciptakanya.
b.
Cinta kepada orang yang berbuat baik
Hal ini merupakan
watak alamiah manusia untuk menyukai kebaikan dan membenci kejahatan. Namun
pada dataran manusia, pada hakekatnya kebaikan adalah sesuatu yang nisbi.
Karena sesungguhnya, setiap kebaikan yang di laksanakan oleh seseorang hanyalah
sekedar menggerakkan motif tertentu, baik motif duniawi maupun ukhrawi.
c.
Cinta kepada setiap keindahan
Segala yang indah
tentu di sukai, baik yang bersifat lahiriah maupun batiniah. Segala keindahan
itu pun akan berujung pada keindahan tuhan yang sempurna. Namun keindahan tuhan
adalah keindahan rahaniah
yang hanya dapat dirasakan oleh mata hati dan cahaya batin.
B.
Cinta Illahi Rabi’ah al Adawiyah
Yang dimaksud “cinta
illahi” menurut Rabi’ah al Adawiyah mempunyai dua aspek: salah satunya adalah
hasrat tuhan kepada mahklukNya, pada aspek lainya cinta tuhan adalah hasrat mahkluk kepada
tuhan. Jadi, cinta berada secara kekal sebagai suatu pertukaran, suatu
pergiliran antara tuhan dan mahkluk: hasrat yang kuat, kerinduan untuk berbagai
derita, perjumpaan yang ada secara abadi dan membatasi wilayah wujud. Baik
secara sadar maupun tidak sadar. Cinta yang di gerakkan oleh keindahan mengarah
ketuhan saja sebagai objeknya sebab tuhan itu wujud indan yang mencintai
keindahan, dan yang dalam penyingkapan diri kepada dirinya telah menghasilkan
alam sebagai cermin untuk merenungi bayanganya sendiri, keindahanya sendiri dan
kalaupun terurat bahwa” tuhan akan mencintamu” {Qs. Al Imran:29}, karena dia
mencintai dirinya dalam dirimu, segala cinta akan terlihat dan akan di juluki “Ilahiah” cinta yang
merupakan tiga cara berwujud.
a.
Cinta Ilahiah
Cinta Ilahiah adalah cinta khalik kepada mahluknya
diamana dia mencptakan dirinya, yakni menerbitkan bentuk tempat dia
mengungkapkan dirinya, dan pada sisi lain cinta mahkluk kepada khaliknya, yang
tidak lain adalah hasrat tuhan yang tersingkap dalam makhluk, rindu untuk
kembali kepada Dia,
setelah dia merindukan sebagai tuhan yang tersembunyi, untuk dikenal dalam diri
makhluk inilah dialog abadi antara pasangan illahi manusia.
b.
Cinta Spritual
Cinta spritual terletak yang senantiasa mencari wujud dimana
bayangannya dia cari di dalam dirinya, atau yang di dapeti olehnya bahwa
bayangan (citra) itu adalah dia sendiri, inilah dalam diri mahluk, cinta yang
tidak mepedulikan, mengarahkan atau menghendaki guna dilakukan bersama-sama
oleh sang fadlenya.
c.
Cinta Alami
Yang berhasrat untuk
memiliki dan mencari kepuasan hasratnya sendiri tanpa memperdulikan kepuasan
kekasih “dan sayangnya” kata Ibn Arabi, “seperti inilah kebanyakan orang yang
memahami cinta pada masa kini.
3.
Aplikasi Cinta Illahi
dalam Kehidupan
Seperti
cinta kepada sesama
mahkluk.
Cinta manusia dapat
di bagi
menjadi dua:
a.
Cinta
sejati atau cinta pada tuhan
b.
Cinta
imitasi atau cinta terhadap segala yang selaiNya, tapi dalam pengujian yang lebih
dekat, orang melihat semua cinta sesungguhnya adalah cinta kepada tuhan, karena
segala sesuatu adalah pantulan dan bayang-bayangnya. Sedangkan adanya perbedaan antara dua jenis
cinta tersebut dikarenkan orang memahami yang ada hanyalah tuhan dan cinta
untuknya semata.
Cinta kepada yang
selainya tapi berasal dariNya akan membawa orang kepadaNya, setiap objek keinginan dari orang
per orang akan menunjukkan kepalsuanya, dan orang akan mengalihkan cintanya,
namun bagaimanapun juga setiap hasrat {cinta} tidak akan menemukan kekasih
sejati kecuali
setelah kematian, manakala dia sudah terlambat menutup jurang keterpisahan. Bagi seorang sufi,
hanya ada satu yang tercinta, dia melihat bahwa semua cinta “palsu” beku dan
tidak nyata.
Segala harapan, hasrat, cinta, dan kasih sayang yang dimiliki orang, beraneka
ragam seperti, para ibu dan sahabat, langit, bumi, kebun-kebun, istana-istana
dan pekerjaan. Orang suci melihat bahwa semua hasrat terhadap sesuatu dan tuhan
adalah tabir. Manakala manusia telah meningglkan dunia ini dan melihat raja
tanpa tabir, mereka akan tahu bahwa segala yang ada ini selubung semata dan objek dari
hasrat-hasrat mereka itu adalah satu hal.
Segala
yang ada di dunia, kekayaan, wanita, pakaian dan yang lainya di maksudkan demi
sesuatu yang lain. Maka segala sesuatu yang saling berkaitan satu dengan yang
lainnya. Sebagai sarana menuju tuhan, dia yang hanya berhasrat bagi dirinya sendiri. Dia
lebih baik dari segala sesuatu lebih mulia dan lebih meyenangkan dari apapun
juga.
Penyebab cinta adalah keindahan {jamal}yang merupakan miliknya tidak ada
tindakan memperindah kecuali dari Allah dan tidak ada yang menjadikan indah
kecuali Allah.
Referensi:
·
Kabir Helminski, Hati Yang Bermakrifat, Bandung: Pustaka hidayah, 2002,
hal 59.
·
Wiliam C.chittick, Jalan Cibta Sang Sufi, Yogyakarta: Penerbit Qalam,
2002. hal 291
·
M. Quraish Shihab, Tafsir al-Misbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian al qur’an,
Volume 1, Jakarta : Lemtera hati, 2009, hal 449.
·
Henry Corbin, Imajinasi Kreatif Sufisme Ibn Arabi, Yogyakarta, LKIS, 2002, hal
184.
Perbedaan Cinta Dan Nafsu
Dengan mempelajari ini semoga cewek-cewek nantinya bisa memilih pasangan cinta kalian masing-masing secara tepat tanpa terjebak ke dalam cinta palsu yang terkadang hanya menginginkan sesuatu yang dia inginkan dari kalian. Jika keinginan itu sudah dipenuhi maka dia akan jauh-jauh pergi meninggalkan kalian. Sering sekali kita mendengar ada orang bertanya :
"Apa perbedaan antara cinta dan nafsu ?"
"Bagaimana membedakan antara cinta dan nafsu?" atau yang lebih parah
"Cinta dan nafsu itu sama nggak sih ?
Bagi sebagian orang, mereka mengatakan cinta dan nafsu itu sama saja. Tapi tidak menurut saya. Buat saya pribadi cinta dan nafsu jelas dua hal yang berbeda. Meski perbedaannya sangat tipis, mungkin itu yang membuat orang sering terkecoh, tidak bisa membedakan mana nafsu, mana cinta..?
Nah bagaimana sih membedakan antara cinta sejati dan cinta penuh nafsu ?
Cinta dan nafsu sering kali membingungkan kita. Sebenernya, kebanyakan tema film, lagu, novel bukanlah tentang cinta, melainkan nafsu. Bagaimana membedakanya?
Cinta tahan uji, . . . nafsu mudah luntur . . .
Cinta menghargai . . . nafsu memanfaatkan . . .
Daya tarik fisik sering kali menjadi satu sinyal awal dari tumbuhnya Cinta sejati, tapi itu belum jadi cinta sejati.
Perasaan romantis memang luar biasa dalam hubungan dekat antara pria dan wanita. Tuhan memang merancang agar kita mengalami perasaan seperti ini dalam hubungan istimewa dengan lawan jenis. Namun gairah dan kehangatan romansa tidak dapat disamakan dengan cinta. Keromantisan merupakan suatu perasaan; sedangkan cinta sejati masih memiliki makna yang jauh lebih dalam lagi.
Perasaan tergila-gila adalah daya tarik dan gairah yang kuat dalam diri seseorang terhadap lawan jenisnya. Kamu akan memikirkan dia siang dan malam. Pikiranmu tersita oleh orang itu sehingga kau tidak dapat berkonsentrasi pada hal yang lain. Kata lain dari persaan tergila-gila ialah puppy love atau cinta monyet. Jatuh cinta atau cinta pandangan pertama biasanya mereka berbicara ttg perasaan tergila-gila�
Cinta merupakan proses. seks merupakan suatu tindakan. Cinta bisa dipelajari; seks merupakan naluri. Cinta membutuhkan perhatian terus menerus; seks tidak perlu seperti itu. Cinta membutuhkan waktu untuk berkembang dan menjadi dewasa; seks tidak perlu waktu untuk berkembang. Cinta membutuhkan interaksi emosional dan rohani; seks hanya membutuhkan interaksi fisik. Cinta membuat hubungan makin dalam; seks tanpa cinta membuat hubungan jadi renggang.
Cinta yang sebenarnya selalu menunjukkan jalan atau arah menuju kebahagiaan bagi orang-orang yang menjalaninya. Seorang pecinta yang sudah menemukan dan memahami makna cinta sejati dalam dirinya akan berada pada kondisi yang membahagiakan. Sebaliknya, orang-orang yang terkecoh dengan nafsu dan menganggap nafsu adalah cinta akan berada dalam kondisi yang membahayakan. Kita tidak bisa memungkiri, di mana ada kebaikan, di situlah setan menggoda manusia agar terjerumus ke dalam keburukan.
Cinta dan nafsu seperti dua sisi dari mata uang yang sama. Cinta adalah sisi positif, nafsu adalah sisi negatif dan uang itu adalah hubungan. Seseorang yang mencintai pasangannya dengan sebenar-benarnya cinta akan mengarahkan hubungannya menuju kebahagiaan sejati dengan cara menjaga dan menyayangi pasangannya. Tanpa bermaksud untuk merusak dan menyakiti. Lain halnya dengan orang-orang yang menjalin hubungan dengan landasan nafsu, mereka akan membawa hubungannya kearah kebahagiaan yang semu dan hanya berorientasi pada fisik, dalam hal ini sex. Yang justru akan menjerumuskan mereka ke dalam situasi yang membahayakan.
Coba deh, kita meluangkan waktu untuk berfikir sejenak. Apakah hubungan yang sedang kita jalani dengan pasangan sekarang ini berorientasi pada kebahagiaan sejati atau hanya kebahagiaan duniawi yang semu..? Hanya kamu yang tahu jawabannya.
Kalau diibaratkan hubungan seperti sawah, maka cinta adalah padi dan nafsu adalah rumput liar. Nah, ketika ketika seseorang menanam padi (cinta) di sawah (hubungan) maka secara otomatis akan tumbuh juga rumput liiar (nafsu). Kalau orang itu sudah mengetahui dan memahami apa itu padi (apa itu cinta), maka dia akan segera memangkas rumput liar itu (nafsu) yang tumbuh di sawahnya (hubungan). Ketika tiba masa panen, orang ini akan menuai hasil sawahnya (hubungan) yang ditanami padi (cinta) itu tadi berupa buah padi (kebahagiaan). Lain dengan orang-orang yang terkecoh yang menyangka rumput liar (nafsu) sebagai padi (cinta). Mereka akan memelihara rumput liar (nafsu) dan tanaman padinya (cinta) akan mati. Pada saat panen, tentu yang mereka dapat hanyalah sekarung rumput liar (nafsu) yang tidak enak dimakan (kekecewaan).
Di sinilah kita perlu bertanya kepada hati kita sendiri, apakah hubungan yang kita jalani dengan pasangan sudah bisa membuat kita ketawa atau hanya serangkaian kekecewaan yang kita dapat..? Kalau yang kita dapat hanya kecewa dan kecewa, ada baiknya untuk kita mengkaji ulang, apakah apakah hubungan yang kita jalani berlandaskan cinta atau nafsu..?
7. Cinta Selalu Ingin Memberi, Nafsu Hanya Ingin Diberi
Saya rasa maksud dari poin ketiga ini sudah jelas. Cinta adalah memberi. Ketika seseorang menjalin hubungan atas dasar cinta maka hal pertama yang dilakukannya adalah memberikan yang terbaik kepada pasangannya, bukan ingin diberi. Logikanya, kalau kita dan pasangan sama-sama ingin memberi (kita ingin memberi kepada pasangan dan pasangan ingin memberi kepada kita) secara otomatis keduanya akan menerima. Tapi kalau kita dan pasangannya inginnya diberi (pasangan ingin diberi dan kita juga ingin diberi) lalu siapa yang akan memberi..? Pada akhirnya yang terjadi justru tidak ada yang akan diberi karena tidak ada yang ingin memberi. Coba dipikirkan lagi..!
8. Cinta Ingin Menyayangi, Nafsu Ingin Menggerayangi
Hayo...!!!!
Bagaimana cara kamu memperlakukan pasanganmu?
Dan bagaimana cara pasanganmu memperlakukan kamu?
Ini adalah cara termudah untuk membedakan mana cinta, mana nafsu..?
Landasan seseorang dalam menjalin hubungan akan sangat menentukan pada bagaimana cara orang tersebut memperlakukan pasangannya. Orang yang menjalin hubungan dengan landasan cinta akan senantiasa memperlakukan pasangannya dengan cara-cara yang baik. Menjaga, menyayangi, memperhatikan dan selalu memberikan yang terbaik. Sebaliknya orang orang yang menjalin hubungan karena nafsu cenderung memperlakukan pasangan ke arah fisik. Setiap kali bertemu, inginnya menciumi dan diciumi, setiap kali berdua inginnya dipeluk dan memeluk, digerayangi dan menggerayangi, dan yang lebih parah lagi kalau sampai kearah hubungan sex. Waaaah..., bahaya, bahaya...!!!
9. Cinta Yang Terbaik, Nafsu Yang Terbalik
Cinta selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik, berusaha memberikan yang terbaik untuk pasangan dan selalu memperlakukan pasangan dengan cara-cara yang baik. Bagaimana dengan nafsu ... ? Sebaliknya, nafsu
Nah, semoga bahasan di atas bisa memberi kita sedikit gambaran mengenai selalu ingin diberi dan cenderung memperlakukan pasangan ke arah yang menyesatkan. perbedaan antara nafsu dan cinta. Sehingga kita semua tidak terjerumus kedalam hubungan yang penuh nafsu.
preman menarik rambut wanita telanjang selama razia prostitusi.
Prinsip Hidup Positif
PRINSIP-PRINSIP MORAL DASAR
Pengertian Moral
Secara kebahasaan perkataan moral berasal dari ungkapan bahasa latin mores yang merupakan bentuk jamak dari perkataan mos
yang berarti kebiasaan. Dalam kamus Umum bahasa Indonesia dikatakan
bahwa moral adalah penetuan baik buruk terhadap perbuatan dan kelakuan.
Istilah moral biasanya dipergunakan untuk menentukan batas-batas suatu
perbuatan, kelakuan, sifat dan perangkai dinyatakan benar, salah, baik,
buruk, layak atau tidak layak, patut maupun tidak patut. Moral dalam
istilah dipahami juga sebagai (1) prinsip hidup yang berkenaan dengan
benar dan salah, baik dan buruk. (2) kemampuan untuk memahami perbedaan
benar dan salah. (3) ajaran atau gambaran tentang tingkah laku yang
baik.
Untuk
mengukur tindakan manusia secara moral, Tolak ukurnya adalah
Prinsip-Prinsip Moral Dasar, berikut ini adalah prinsip-prinsip dari
moral dasar tersebut :
a. Prinsip Sikap Baik
Kesadaran
inti utilitarisme ialah bahwa kita hendaknya jangan merugikan siapa
saja, jadi bahwa sikap yang dituntut dari kita sebagai dasar dalam
hubungan dengan siapa saja adalah sikap yang positif dan baik. Prinsip
utilitarisme, bahwa kita harus mengusahakan akibat-akibat baik sebanyak
mungkin dan mengusahakan untuk sedapat-dapatnya mencegah akibat-akibat
buruk dari tindakan kita bagi siapa saja yang terkena olehnya memang
hanya masuk akal, kalau sudah diandaikan bahwa kita harus bersikap baik
terhadap orang lain.
Dengan demikian prinsip moral dasar pertama dapat kita sebut prinsip sikap baik.
Prinsip itu mendahului dan mendasari semua prinsip moral lain. Baru
atas tuntutan dasar ini semua tuntutan moral lain masuk akal. Kalau
tidak diandaikan bahwa pada dasarnya kita harus bersikap positif
terhadap orang lain.
Prinsip
ini mempunyai arti yang amat besar bagi kehidupan manusia. Hanya karena
prinsip itu memang kita resapi dan rupa-rupanya mempunyai dasar dalam
struktur psikis manusia, kita dapat bertemu dengan orang yang belum kita
kenal tanpa takut. Karena sikap dasar itu kita dapat mengandaikan bahwa
orang lain tidak akan langsung mengancam atau merugikan kita. Karena
sikap dasar itu kita selalu mengandaikan bahwa yang memerlukan alasan
bukan sikap yang baik melainkan sikap yang buruk. Jadi yang biasa pada
manusia bukan sikap memusuhi dan mau membunuh, melainkan sikap bersedia
untuk menerima baik dan membantu. Oleh karena itu berulang kali kita
dapat mengalami bahwa orang yang sama sekali tidak kita kenal, secara
spontan tidak membantu kita dalam kesusahan. Andaikata tidak demikian,
andaikata sikap dasar antar manusia adalah negatif, maka siapa saja
harus kita curigai, bahkan kita pandang sebagai ancaman. Hubungan antar
manusia akan mati.
b. Prinsip Keadilan
Masih
ada prinsip lain yang tidak termuat dalam utilitarisme, yaitu prinsip
keadilan. Bahwa keadilan tidak sama dengan sikap baik, dapat kita pahami
pada sebuah contoh : untuk memberikan makanan kepada seorang ibu
gelandangan yang menggendong anak, apakah saya boleh mengambil sebuah
kotak susu dari sepermarket tanpa membayar, dengan pertimbangan bahwa
kerugian itu amat kecil, sedangkan bagi ibu gelandangan itu sebuah kotak
susu dapat berarti banyak baginya. Tetapi kecuali kalau betul-betul
sama sekali tidak ada jalan lain untuk menjamin bahwa anak ibu itu dapat
makan, kiranya kita harus mengatakan bahwa dengan segala maksud baik
itu kita tetap tidak boleh mencuri. Mencuri melanggar hak milik pribadi
dan dengan demikian keadilan. Berbuat baik dengan melanggar hak pihak
ketiga tidak dibenarkan.
Hal
yang sama dapat juga dirumuskan dengan lebih teoritis : Prinsip
kebaikan hanya menegaskan agar kita bersikap baik terhadap siapa saja.
Tetapi kemampuan manusia untuk bersikap baik secara hakiki terbatas, itu
tidak hanya berlaku pada benda-benda materiil yang dibutuhkan orang :
uang yang telah diberikannya kepada seseorang pengemis tidak dapat
dibelanjakan bagi anak-anaknya sendiri; melainkan juga dalam hal
perhatian dan cinta kasih : kemampuan untuk memberikan hati kita juga
terbatas! Maka secara logis dibutuhkan prinsip tambahan yang menentukan
bagaimana kebaikan yang merupakan barang langka itu harus dibagi.
Prinsip itu prinsip keadilan.
Adil
pada hakekatnya berarti bahwa kita memberikan kepada siapa saja apa
yang menjadi haknya. Dan karena pada hakekatnya semua orang sama
nilainya sebagai manusia, maka tuntutan paling dasariah keadilan ialah
perlakuan yang sama terhadap semua orang, tentu dalam situasi yang sama.
Jadi prinsip keadilan mengungkapkan kewajiban untuk memberikan
perlakuan yang sama dan untuk menghormati hak semua pihak yang
bersangkutan. Suatu perlakuan yang tidak sama adalah tidak adil, kecuali
dapat diperlihatkan mengapa ketidak samaan dapat dibenarkan (misalnya
karena orang itu tidak membutuhkan bantuan). Suatu perlakuan tidak sama
selalu perlu dibenarkan secara khusus, sedangkan perlakuan yang sama
dengan sendirinya betul kecuali terdapat alasan-alasan khusus. Secara
singkat keadilan menuntut agar kita jangan mau mencapai tujuan-tujuan,
termasuk yang baik, dengan melanggar hak seseorang.
c. Prinsip Hormat Terhadap Diri Sendiri
Prinsip
ini mengatakan bahwa kita wajib untuk selalu memperlakukan diri sebagai
suatu yang bernilai pada dirinya sendiri. Prinsip ini berdasarkan faham
bahwa manusia adalah person, pusat berpengertian dan berkehendak yang
memiliki kebebasan dan suara hati, makhluk berakal budi. Oleh karena itu
manusia tidak pernah boleh dianggap sebagai sarana semata-mata demi
suatu tujuan yang lebih lanjut. Ia adalah tujuan yang bernilai pada
dirinya sendiri, jadi nilainya bukan sekedar sebagai sarana untuk
mencapai suatu maksud atau tujuan yang lebih jauh. Hal itu juga berlaku
bagi kita sendiri. Maka manusia juga wajib untuk memperlakukan dirinya
sendiri dengan hormat. Kita wajib menghormati martabat kita sendiri.
Prinsip
ini mempunyai dua arah. Pertama dituntut agar kita tidak membiarkan
diri diperas, diperalat, diperkosa atau diperbudak. Perlakuan semacam
itu tidak wajar untuk kedua belah pihak, maka yang diperlakukan demikian
jangan membiarkannya berlangsung begitu saja apabila ia dapat melawan.
Kita mempunyai harga diri. Dipaksa untuk melakukan atau menyerahkan
sesuatu tidak pernah wajar, karena berarti bahwa kehendak dan kebebasan
eksistensial kita dianggap sepi. Kita diperlakukan sama seperti batu
atau binatang. Hal itu juga berlaku apabila hubungan-hubungan pemerasan
dan perbudakan dilakukan atas nama cinta kasih, oleh orang yang dekat
dengan kita, seperti oleh orang tua atau suami. Kita berhak untuk
menolak hubungan pemerasan, paksaan, pemerkosaan yang tidak pantas.
Misalnya ada orang yang didatangi orang yang mengancam bahwa ia akan
membunuh diri apabila dia itu tidak mau kawin dengannya, maka menurut
hemat saya sebaiknya diberi jawaban “silahkan!” dengan resiko bahwa ia
memang akan melalukannya (secara psikologis itu sangar tidak perlu
dikhawatirkan; orang yang sungguh-sungguh untuk membunuh diri biasanya
tidak agresif). Adalah tidak wajar dan secara moral tidak tepat untuk
membiarkan dia diperas, juga kalau kita mau diperas atas nama kebaikan
kita sendiri.
Yang
kedua, kita jangan sampai membiarkan diri terlantar, kita mempunyai
kewajiban bukan hanya terhadap orang lain, melainkan juga terhadap diri
kita sendiri. Kita wajib untuk mengembangkan diri. Membiarkan diri
terlantar berarti bahwa kita menyia-nyiakan bakat-bakat dan
kemampuan-kemampuan yang dipercayakan kepada kita. Sekaligus kita dengan
demikian menolak untuk memberikan sumbangan kepada masyarakat yang
boleh diharapkannya dari kita.
Terima Kasih
Edifikasi
Edifikasi mempunyai makna membangun/memberi kekuatan
/mempromosikan/memuji/ menghormati sesuatu. Edifikasi merupakan prinsip
dasar & kunci utama yang harus diterapkan sebagai pembangun
jaringan (Network Builder). Edifikasikan selalu sponsor/Leader anda,
perusahaan anda, partner bisnis anda, cross line anda, buku-buku
positif dan juga semua pertemuan yang diadakan!!. Sebagai contoh
bilamana anda mau mau meminta bantuan presentasi kepada Leader Anda,
maka anda terlebih dahulu harus menceritakan mengenai
kelebihan-kelebihan dari Leader Anda tersebut, misalnya anda boleh
mengatakan bahwa: “Teman saya yang akan mengajarkan kita bisnis ini
adalah orang yang luar biasa, beliau walaupun masih sekolah tetapi
sudah menjadi pengusaha yang cukup sukses, yang bisa membiayai dirinya
sendiri dan bahkan sudah bisa membantu orang tuanya. Karena beliau
lebih berpengalaman dalam bisnis ini maka suatu kehormatan bagi kita
semua karena beliau mau meluangkan waktunya untuk menjelaskan bisnis
yang sangat luar biasa ini kepada kita. Hal ini bertujuan agar prospek
Anda mau mendengarkan dengan baik tentang materi bisnis yang nantinya
disampaikan oleh Leader anda. Jangan pernah mengedifikasi diri sendiri,
karena akan terkesan sombong. Semua orang tidak suka orang sombong.
Mintalah partner bisnis Anda untuk edifikasi anda. kalau terpaksa tidak
ada yang mengedifikasi Anda, edifikasilah para Leader. Anda boleh
menceritakan hasil yang anda peroleh di bisnis ini, hanya jika ditanya
oleh prospek anda.
EDUKASI"
Sikap Positif Membuat Anda Lebih Di Hormati. . .
"Ketekunan diri untuk mengafirmasi hal-hal positif ke dalam
ingatan, akan menjadikan diri terbiasa untuk mengingat hal-hal baik,
dan menjadikannya sikap positif saat berinteraksi dengan orang lain." ~
Djajendra
Kepribadian yang menciptakan kebaikan adalah penting dalam kehidupan
bermasyarakat. Sikap positif membuat diri lebih menarik, karena
kebaikan yang dipancarkan membuat diri menjadi terhormat dalam
pandangan siapa pun. Diri dengan sikap positif selalu membuat keputusan
yang baik, dan juga mampu mempengaruhi kehidupan orang lain dengan
hal-hal baik.
Sikap positif menjadikan diri sumber kebaikan, dan membuat semua hal disekeliling diri menjadi lebih indah dalam kebahagiaan dan keharmonisan hidup. Keindahan sikap positif merupakan cerminan dari kepribadian yang memancarkan energi baik dari hati nurani. Sikap positif membuat diri selalu tampil lebih optimis, peduli, percaya diri, dan memancarkan aura positif kepada kehidupan yang indah.
Kebaikan sebuah kepribadian tercermin melalui penampilan. Saat Anda bersikap positif, kepribadian Anda terlihat lebih indah dalam senyum dan tata krama, yang menciptakan kebaikan untuk siapa pun. Sikap positif membuat Anda cantik luar dalam. Pancaran energi baik dari dalam diri Anda akan membuat Anda menjadi orang yang dipercaya, dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk dipercaya oleh siapa pun. Aura baik yang terpancar melalui sikap positif akan menjadi sebuah kekuatan, yang mempengaruhi kehidupan Anda ke arah yang lebih terhormat.
Sikap positif membuat penampilan diri lebih muda, terlihat lebih sehat, lebih dipercaya oleh orang lain, memancarkan kebaikan, berbicara positif, lebih percaya diri, dan lebih cerdas secara sosial. Artinya, sikap positif akan membuat Anda tampil luar biasa, karena dalam jiwa yang baik ada kecantikan karakter, yang siap ditampilkan dalam bentuk sikap positif.
Sikap positif adalah energi baik yang membuat kehidupan menjadi lebih bersahabat dengan Anda. Karena, kebaikan yang diperlihatkan oleh sikap positif Anda, akan membuat semua kehidupan tersenyum bahagia saat berinteraksi dengan pribadi Anda. Sikap positif langsung menyentuh hati orang lain untuk membangun hubungan baik, yang mencerahkan kehidupan bersama.
Sikap positif dimulai dengan kemampuan diri untuk berpikir, berkata-kata, beremosi, dan berperilaku optimis di sepanjang hari. Dan semua ini, dapat dihasilkan dari disiplin dan kesadaran, untuk melatih dan membiasakan diri, menjadi positif terhadap semua hal dalam hidup. Proses menjadi positif adalah melalui perubahan menuju jati diri yang baru, dalam pencerahan nilai-nilai atau prinsip-prinsip hidup; yang mendorong diri menjadi terbaik secara emosional, pikiran dan perilaku. Ketekunan diri untuk mengafirmasi hal-hal positif ke dalam ingatan, akan menjadikan diri terbiasa untuk mengingat hal-hal baik, dan menjadikannya sikap positif saat berinteraksi dengan orang lain. Ketika Anda mampu bersikap baik kepada diri sendiri, maka Anda juga pasti mampu bersikap baik kepada siapa pun, tanpa terkecuali.
Sikap positif adalah akar kebahagiaan. Hidup yang bahagia pasti merupakan harapan dari semua orang, dan untuk membuat diri bahagia diperlukan perubahan sikap, serta membiasakan diri hidup dalam bahagia. Bahagia adalah cara bersikap positif terhadap semua objek kehidupan. Bila Anda sudah mampu melihat semua objek kehidupan itu indah dari perasaan syukur dan terima kasih, maka hati Anda sudah mulai masuk ke dalam sumber kebahagiaan hidup. Bahagia adalah kebesaran hati untuk melihat semua hal di dalam diri dan di luar diri dari sikap optimis.
Sikap positif akan membawa Anda menuju kehormatan diri. Sikap positif Anda menunjukkan kualitas Anda yang paling indah, dan menjadi energi yang dapat membantu menciptakan dunia yang positif. Jadilah positif dengan menampilkan kebaikan untuk keindahan hidup semua orang. Pandangan positif, pikiran positif, dan hati nurani Anda yang positif, akan menjadi sumber kebaikan hidup, dan membuatnya mempengaruhi kehidupan menjadi lebih indah.
Sikap positif menjadikan diri sumber kebaikan, dan membuat semua hal disekeliling diri menjadi lebih indah dalam kebahagiaan dan keharmonisan hidup. Keindahan sikap positif merupakan cerminan dari kepribadian yang memancarkan energi baik dari hati nurani. Sikap positif membuat diri selalu tampil lebih optimis, peduli, percaya diri, dan memancarkan aura positif kepada kehidupan yang indah.
Kebaikan sebuah kepribadian tercermin melalui penampilan. Saat Anda bersikap positif, kepribadian Anda terlihat lebih indah dalam senyum dan tata krama, yang menciptakan kebaikan untuk siapa pun. Sikap positif membuat Anda cantik luar dalam. Pancaran energi baik dari dalam diri Anda akan membuat Anda menjadi orang yang dipercaya, dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk dipercaya oleh siapa pun. Aura baik yang terpancar melalui sikap positif akan menjadi sebuah kekuatan, yang mempengaruhi kehidupan Anda ke arah yang lebih terhormat.
Sikap positif membuat penampilan diri lebih muda, terlihat lebih sehat, lebih dipercaya oleh orang lain, memancarkan kebaikan, berbicara positif, lebih percaya diri, dan lebih cerdas secara sosial. Artinya, sikap positif akan membuat Anda tampil luar biasa, karena dalam jiwa yang baik ada kecantikan karakter, yang siap ditampilkan dalam bentuk sikap positif.
Sikap positif adalah energi baik yang membuat kehidupan menjadi lebih bersahabat dengan Anda. Karena, kebaikan yang diperlihatkan oleh sikap positif Anda, akan membuat semua kehidupan tersenyum bahagia saat berinteraksi dengan pribadi Anda. Sikap positif langsung menyentuh hati orang lain untuk membangun hubungan baik, yang mencerahkan kehidupan bersama.
Sikap positif dimulai dengan kemampuan diri untuk berpikir, berkata-kata, beremosi, dan berperilaku optimis di sepanjang hari. Dan semua ini, dapat dihasilkan dari disiplin dan kesadaran, untuk melatih dan membiasakan diri, menjadi positif terhadap semua hal dalam hidup. Proses menjadi positif adalah melalui perubahan menuju jati diri yang baru, dalam pencerahan nilai-nilai atau prinsip-prinsip hidup; yang mendorong diri menjadi terbaik secara emosional, pikiran dan perilaku. Ketekunan diri untuk mengafirmasi hal-hal positif ke dalam ingatan, akan menjadikan diri terbiasa untuk mengingat hal-hal baik, dan menjadikannya sikap positif saat berinteraksi dengan orang lain. Ketika Anda mampu bersikap baik kepada diri sendiri, maka Anda juga pasti mampu bersikap baik kepada siapa pun, tanpa terkecuali.
Sikap positif adalah akar kebahagiaan. Hidup yang bahagia pasti merupakan harapan dari semua orang, dan untuk membuat diri bahagia diperlukan perubahan sikap, serta membiasakan diri hidup dalam bahagia. Bahagia adalah cara bersikap positif terhadap semua objek kehidupan. Bila Anda sudah mampu melihat semua objek kehidupan itu indah dari perasaan syukur dan terima kasih, maka hati Anda sudah mulai masuk ke dalam sumber kebahagiaan hidup. Bahagia adalah kebesaran hati untuk melihat semua hal di dalam diri dan di luar diri dari sikap optimis.
Sikap positif akan membawa Anda menuju kehormatan diri. Sikap positif Anda menunjukkan kualitas Anda yang paling indah, dan menjadi energi yang dapat membantu menciptakan dunia yang positif. Jadilah positif dengan menampilkan kebaikan untuk keindahan hidup semua orang. Pandangan positif, pikiran positif, dan hati nurani Anda yang positif, akan menjadi sumber kebaikan hidup, dan membuatnya mempengaruhi kehidupan menjadi lebih indah.
Komunikasi Dalam Tim Kerja
________e-KONSEL________________________________
Milis Publikasi Elektronik Pelayanan Konseling Kristen
______________________________________________________________________
EDISI 278/FEBRUARI 2012
DAFTAR ISI
CAKRAWALA: BERSELISIH PAHAM DENGAN REKAN SEKERJA
TANYA JAWAB: BAGAIMANA MENYAMPAIKAN EVALUASI KERJA KARYAWAN DENGAN BIJAK?
Shalom,
Dalam kehidupan ini, berbeda pendapat dengan orang lain tentu bukan
sesuatu yang langka. Apa yang kita pikirkan belum tentu sama dengan
apa yang dipikirkan oleh orang lain, termasuk dengan sesama rekan
kerja kita. Bagaimana cara menyikapi perbedaan-perbedaan yang ada agar
tidak meruncing menjadi perselisihan dan pertengkaran yang hebat?
Artikel dalam kolom Cakrawala akan menjelaskan alasan timbulnya
perselisihan dan cara menangani perselisihan dengan rekan sekerja.
Selain itu, Anda juga dapat membaca sebuah tanya jawab tentang
petunjuk untuk menyampaikan evaluasi terhadap hasil kerja karyawan.
Harapan kami, sajian e-Konsel edisi ini memperlengkapi Anda untuk
semakin terampil dalam menangani konflik dengan teman kerja dan
semakin mengandalkan Tuhan dalam segala hal.
Pemimpin Redaksi e-Konsel,
Sri Setyawati
< setya(at)in-christ.net >
< http://c3i.sabda.org/ >
CAKRAWALA: BERSELISIH PAHAM DENGAN REKAN SEKERJA
"Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi
TUHAN-lah yang menguji hati." (Amsal 16:2)
Perbedaan pendapat antar sesama rekan biasa dijumpai, khususnya dalam
rapat atau diskusi. Namun, perbedaan itu kadang-kadang sangat tajam,
sehingga menimbulkan benturan-benturan sengit yang mengakibatkan
banyak penundaan, karena tak ada kesepakatan yang diraih. Mengapa hal
ini terjadi?
1. Karena masing-masing pihak menganggap usulnya sendirilah yang
paling benar, dan menganggap pihak lain sebagai "musuh" atau usulan
mereka sebagai "sampah". Kalau sudah begini, masing-masing pihak
dikuasai emosi dan tidak lagi dapat bersikap objektif dan rasional.
Akhirnya, tujuan mereka tidak lagi mencari solusi, tetapi malah
mencari pendukung untuk mengalahkan.
2. Karena berambisi untuk menang, masing-masing pihak bersikap
tertutup, tidak mau mengakui kelemahan atau keunggulan dalam usul
masing-masing. Akhirnya, mereka tidak menyentuh pokok masalah,
tetapi malah berputar-putar di sekitarnya. Akibatnya, tidak ada
penyelesaian.
Untuk mencapai kesepakatan secara efektif dan cepat dengan pihak
"lawan", hendaknya masing-masing pihak memahami bahwa:
a. Perbedaan pendapat adalah sehat, karena mencerminkan tumbuhnya
kreativitas dan peran serta aktif dalam memecahkan masalah.
b. Mereka sebenarnya sedang bekerja sama memecahkan masalah, bukan
bersaing atau saling menjatuhkan.
c. Pendapat seseorang terkadang sulit dipahami karena merupakan
jawaban untuk masalah-masalah yang sekarang ini masih belum
terpikirkan.
d. Seseorang umumnya tidak akan begitu saja mau menerima suatu
perubahan atau hal-hal yang baginya masih asing dan baru. Mengapa?
- Karena dalam benaknya telah terbentuk perangkat nilai yang
dianggapnya paling ideal dan tak bisa diubah.
- Karena ia takut bila perubahan itu malah merugikannya.
- Karena, entah disadari atau tidak, ia terkungkung dalam suatu
lingkungan yang membuatnya tidak dapat melihat "dunia luar"
dengan kacamata yang lebih terbuka dan objektif.
- Karena ia pernah punya pengalaman tidak enak dengan adanya
perubahan, lalu "alergi" terhadap setiap perubahan, sehingga
langsung menolak tanpa mau terlebih dahulu menelaahnya secara saksama.
- Karena takut melanggar kebijaksanaan yang selama ini dianut.
- Karena tidak suka bila perubahan ini nantinya malah menguntungkan
rekan-rekan yang tak disukainya.
e. Tanpa disadari, pengertian masing-masing terhadap satu pokok
masalah yang sama dapat berbeda jauh. Bila satu pihak mengartikan
masalah A sebagai B dan pihak lain mengartikannya sebagai C, tentu
keduanya tidak pernah dapat mencapai kata sepakat. Mungkin juga
perbedaan itu terletak pada tujuan yang ingin dicapai. Bila tujuan
pemecahan suatu masalah adalah X, tetapi satu pihak beranggapan,
bahwa tujuan itu adalah Y dan pihak yang lain menekankan bahwa
tujuan itu adalah Z, tentu mereka tidak akan pernah sepakat.
f. Mungkin selama ini mereka tidak membahas masalah secara sistematis
dan terencana, tapi main "asal pukul" saja.
g. Mereka perlu secara terbuka mengakui keunggulan dan kelemahan
masing-masing, tanpa perlu merasa gengsi. Bila cara pihak lain
memang lebih bagus, mengapa tidak dipakai?
h. Emosi atau motif-motif lain (misalnya keinginan untuk tampak
menonjol, penghargaan, atau keuntungan yang dapat diperoleh bila
usul itu disetujui) dapat membuat orang menjadi "bola", sehingga
tidak mampu mendudukkan masalah sebagaimana seharusnya dan
menghalangi mereka untuk berkomunikasi secara rasional dan
mengonsentrasikan diri dalam membahas masalah.
i. Suatu masalah tidak harus dipecahkan melalui satu cara saja.
Mungkin cara masing-masing yang saling berbeda itu dapat
dikombinasikan untuk menghasilkan cara yang paling efektif.
j. Diskusi kelompok kadang-kadang tidak diperlukan, khususnya bila
masalah yang hendak dibahas cukup sederhana, dan ruang lingkupnya
tidak luas. Ada pepatah Jerman yang berbunyi: "Terlalu banyak koki
malah membuat masakan jadi berantakan".
k. Bila kedua pihak tetap gagal mencapai kata sepakat, sering kali
diperlukan pihak ketiga yang netral, objektif, disukai, dan
dihormati kedua pihak yang berdebat. Pihak ketiga diharapkan dapat
mendudukkan masalah pada proporsi yang sebenarnya dan melihat hal-hal
yang gagal dilihat oleh kedua pihak yang berdebat. Bila tidak
terpaksa, hendaknya pihak ketiga dipegang oleh orang dalam, bukan
oleh konsultan luar. Dalam keadaan darurat, sebagai langkah
terakhir kadang-kadang pimpinan perlu memutuskan secara sepihak
untuk mengambil alih solusi.
l. Bila kedua pihak tetap gagal mencapai kata sepakat dan bila waktu,
biaya, dan tenaga memungkinkan, masing-masing pihak dapat
menjalankan usul masing-masing secara terpisah. Dan setelah batas
waktu yang ditetapkan habis, masing-masing harus
mempertanggungjawabkan hasilnya, lalu kedua hasil itu
diperbandingkan. Bila hasil suatu pihak lebih baik, pihak yang lain
harus mengakuinya. Rapat evaluasi perlu diadakan untuk menganalisis
cara kerja, keunggulan dan kelemahan masing-masing pihak. Langkah
ini cukup memakan banyak sumber daya perusahaan dan hendaknya baru
dilakukan hanya bila kondisinya memang memungkinkan.
Biasakan diri Anda untuk menghadapi dan menangani perbedaan secara
arif, bukan untuk memecah-belah keakraban dan kerja sama yang telah
terbina selama ini. Gunakan perbedaan itu justru sebagai lem yang
merekatkan kelompok satu dengan lainnya.
Diambil dari:
Judul buku: 29 Kiat Sukses dalam Karier
Penulis: Arif Suryobuwono dan M. Kurniawati Prayitno
Penerbit: Yayasan ANDI dan YASKI, Yogyakarta - Jakarta, 1994
Halaman: 19 -- 22
TANYA JAWAB: BAGAIMANA MENYAMPAIKAN EVALUASI KERJA
KARYAWAN DENGAN BIJAK?
Disadur oleh: Sri Setyawati
Memecat karyawan atau mengatakan evaluasi karyawan/bawahan kita
terkadang tidak mudah untuk dilakukan. Apalagi jika karyawan tersebut
sudah lama bekerja dengan kita. Walaupun begitu, membiarkan karyawan
bekerja semaunya dan bekerja tidak optimal pun tidak seharusnya kita
lakukan, bukan? Lalu bagaimana cara mengomunikasikannya?
Tanya: Bagaimana cara menyampaikan evaluasi kerja karyawan/bawahan
dengan bijak?
Jawab: Jika Anda adalah orang yang memiliki wewenang dalam perusahaan,
dan seorang karyawan melakukan sesuatu yang tidak sewajarnya,
sebaiknya Anda mengatakan apa yang sebenarnya kepadanya, meskipun
kebenaran itu terasa menyakitkan/bisa menyinggung karyawan Anda. Nah,
jika karyawan Anda tersebut seorang Kristen, saya menyarankan agar
Anda mengatakan kepadanya bahwa sifatnya yang tidak bertanggung jawab,
malas, dan seenaknya, misalnya, bukan hanya mencerminkan dirinya
sendiri, melainkan juga semua orang yang beragama Kristen. Anda perlu
menasihatinya, agar ia meluruskan hidupnya di hadapan Allah sebelum ia
membuat kehancuran. Sampaikan nasihat Anda secara langsung kepada yang
bersangkutan secara pribadi, atau dengan mengikutsertakan seorang
karyawan lain untuk mendampingi Anda.
Tanya: Bagaimana cara saya mengungkapkannya?
Jawab: Sebagai atasan, sebenarnya Anda dapat memaksa, Anda bisa
memecat karyawan Anda secara langsung, dan tidak mau tahu dengan
alasan yang dikatakannya. Namun, hal ini pun tidak menunjukkan sikap
kristiani yang baik. Cara tersebut tidak menyiratkan kebenaran di
dalam kasih. Untuk menyatakan kebenaran di dalam kasih, Anda perlu
memerhatikan kesejahteraan karyawan tersebut. Berikut beberapa cara
yang dapat Anda gunakan untuk menyampaikan evaluasi terhadap
karyawan/bawahan Anda.
a. Terangkan apa yang menjadi permasalahannya.
Anda dapat mencontoh apa yang dinasihatkan oleh Paulus kepada Timotius
mengenai Alkitab -- Alkitab bermanfaat untuk mengajar, untuk
menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik
orang dalam kebenaran. Itu berarti, Anda seharusnya tidak hanya
menunjukkan kepada karyawan/bawahan Anda tentang apa yang salah, namun
Anda juga harus menunjukkan kepadanya apa yang benar.
b. Pastikan bahwa karyawan Anda mengetahui apa yang Anda harapkan darinya.
Kadang-kadang seseorang melakukan hal yang salah dan tidak seperti
yang Anda harapkan, mungkin karena Anda sebagai pemimpin belum memberi
tahu mereka apa yang Anda inginkan. Apabila atasan dapat atau mau
menunjukkan kepada para karyawan apa yang tidak bisa diterima, dia
juga perlu menunjukkan apa yang diharapkan. Jika hal ini tidak
dilakukan, maka pemimpin itu sama halnya dengan karyawannya. Ini tidak
adil bagi mereka.
c. Bantulah karyawan tersebut agar melakukan pekerjaan dengan lebih baik.
Ada banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk menolong karyawan Anda
yang kurang bekerja secara optimal. Salah satunya adalah mengurangi
pekerjaan yang terlalu berat untuknya, atau membagi pekerjaan menjadi
beberapa bagian yang dapat dikendalikan.
d. Berilah kesempatan kepadanya untuk memperbaiki.
Apabila karyawan Anda baru sekali melakukan kesalahan, sebaiknya Anda
tidak langsung memecatnya. Berilah kesempatan baginya. Katakan
kepadanya untuk tidak mengulangi perbuatannya dan lebih hati-hati
dalam mengerjakan tugasnya. Jika ia bekerja dengan baik, Anda berdua
akan puas. Jika tidak, dia akan diberhentikan.
e. Jika akhirnya Anda terpaksa memberhentikan seorang karyawan,
lakukan dengan kasih.
Saat Anda memberhentikan seorang karyawan, terangkan mengapa Anda
melakukannya agar karyawan Anda dapat mengambil pelajaran dari
kejadian yang terjadi. Jangan enggan untuk memberikan kepadanya uang
pesangon yang pantas untuk membantunya, sementara ia mencari pekerjaan
yang baru. Bila memungkinkan, carikanlah pekerjaan baru yang lebih
tepat untuknya.
f. Jangan menyembunyikan sesuatu.
Jika Anda menyembunyikan kebenaran darinya tentang hasil kerjanya,
Anda bukanlah atasan yang baik. Hal ini pun tidak memberikan sesuatu
yang baik untuknya. Anda juga tidak menolongnya, jika Anda memberikan
rekomendasi yang tidak benar, karena Anda tidak mau menutup kesempatan
kerjanya. Jika Anda sudah menerangkan kepadanya sebab-sebab
pemberhentiannya, ia tidak akan kaget jika Anda menyebutkan persoalan
ini dalam surat rekomendasi Anda. Nyatakanlah apa yang benar dengan
jujur dan lemah lembut, hal ini akan memberikan dampak yang lebih baik
untuk masa depannya nanti.
Cobalah dan usahakanlah agar Anda tidak meninggalkan kekecewaan/sakit
hati pada karyawan Anda, karena cara penyampaian Anda yang kurang
tepat. Dengan komunikasi yang baik, niscaya setiap masalah bisa
diatasi dengan baik pula. Bagaimanapun, kita adalah satu tim kerja.
Untuk itu, jadilah bijak dalam mengomunikasikan kebenaran demi
kebaikan bersama. Tuhan menyertai Anda.
Disadur dari:
Judul buku: Pola Hidup Kristen
Judul asli artikel: Bertindak Seperti Orang Kristen Waktu Menjadi Kepala
Penulis: Stuart Briscoe
Penerjemah: Tim Penerjemah Gandum Mas
Penerbit: Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang 2002
Halaman: 907 -- 909
Kontak: < konsel(at)sabda.org >
Redaksi: Sri Setyawati, Tatik Wahyuningsih, dan Mahardhika Dicky K.
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/konsel >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-konsel(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-konsel(at)hub.xc.org >
cara profesional dalam membangun kerja sama tim
Cara Profesional dalam Membangun Kerja Sama Tim
Sumber gambar: The Abbey Hotel
Kerja sama tim adalah kemampuan sekelompok individu dalam mencapai tujuan bersama. Agar dapat membangun kerja sama tim yang baik, diperlukan pemilihan orang-orang yang tepat. Bekerja sama di dalam satu tim tidaklah mudah. Sangat diperlukan kekompakan antara individu yang satu dengan individu yang lainnya agar tujuan yang hendak dicapai dalam tim tersebut dapat tercapai dengan sempurna.
Kiat-kiat berikut mungkin dapat membantu menciptakan kerja sama tim yang lebih baik, antara lain:
FOKUS. Bicarakan dengan seluruh anggota tim mengenai tujuan utama secara keseluruhan. Jangan hanya fokus pada masalah hari ini. Jika salah satu dari anggota tim sedang menyelesaikan masalah yang sedang terjadi, seharusnya anggota tim yang lain mulai memikirkan masalah-masalah yang akan datang di masa depan.
DEFINISIKAN PERAN. Garis bawahi tanggung jawab dan peran untuk masing-masing individu dan tempatkan mereka di dalam posisi yang tepat. Apabila setiap individu ditempatkan pada posisi yang tepat, mereka akan mengembangkan kreativitasnya dengan lebih baik.
BAGIKAN INFORMASI. Informasikan setiap informasi apa pun kepada setiap anggota tim jika memang informasi tersebut terkait dengan pekerjaan tim agar tidak terjadi kesalahpahaman. Dan jangan lupa untuk terus meng-update informasi-informasi baru yang perlu diinformasikan kepada seluruh anggota tim.
KEPERCAYAAN. Jadilah orang yang dapat dipercaya dan dapat diandalkan. Apabila kita adalah salah satu anggota tim dan pernah berjanji untuk melakukan sesuatu untuk tim atau pemimpin kita, pastikan kita menepati janji tersebut. Perlakukan setiap anggota tim dengan perlakuan yang sama dan jangan ada "Anak Emas" atau "Orang Istimewa".
DENGARKAN. Bersikaplah terbuka kepada ide-ide dari anggota tim lain. Berikan mereka kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan ide mereka. Banyak organisasi yang mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk menyewa konsultan dari luar tanpa menanyakan terlebih dahulu pendapat dari para karyawannya. Padahal, mungkin karayawannyalah yang lebih mengetahui masalah yang terjadi dalam organisasinya tersebut.
HAVE FUN. Sediakan waktu untuk tertawa bersama atau melakukan kegiatan yang menciptakan suasana santai. Tidak akan ada tujuan yang tercapai apabila suasananya selalu tegang.
Hal tersulit menjadi pemimpin adalah membuat para bawahan untuk bisa bekerja dengan benar....
Selasa, 13 November 2012
Kerinduan kU....
Judul Buku : Lontara Rindu
Penulis : S. Gengge Mappangewa
Penerbit. : Republika, 2012
Tebal. : 342 halaman
Selama ini, ketika kita berbicara atau merasakan rindu, secara alami perasaan itu ditujukan pada seorang kekasih. Namun, saat membaca bab demi bab novel Lontara Rindu karya S. Gengge Mappangewa ini, kita akan sadar, rindu bukanlah perasaan yang mutlak diperuntukkan kepada kekasih.
Novel peraih penghargaan terbaik pertama “Lomba Novel Republika 2011″ ini mengisahkan kerinduan mendalam seorang anak yang terpisah dengan ayahnya. Suatu kisah yang mengharukan, dengan mengambil setting lokasi di Sulawesi Selatan, daerah asal sang penulis.
Penulis menceritakan seorang anak bernama Vito terpaksa berpisah dengan ayahnya, lantaran perbedaan agama antara ayah dan ibunya. Vito mempunyai saudara kembar bernama Vino. Setelah orang tuanya bercerai, Vito tinggal bersama ibunya. Sementara Vino dengan ayahnya.
Tak hanya keharuan yang disuguhkan di novel ini. Sang penulis yang bernama asli Sabir ST dan juga berkecimpung di dunia pendidikan ini, mampu menghadirkan sebuah cerita yang menyelipkan kelucuan dan kenakalan ala bocah yang masih berseragam biru tua. Kenakalan di sini seperti diam-diam membongkar laci meja guru mereka, Ibu Maulindah, dan membaca buku hariannya. (Hal 19-20)
Kelucuan dan kenakalan lainnya juga hadir di bab berikutnya, di novel ini penulisnya lebih suka memakai istilah lontara. Tapi ada juga kenakalan yang tidak patut ditiru, yakni saat Vito berbohong pada gurunya bahwa kakeknya meninggal. Dan hal itu yang dijadikannya alasan untuk tidak masuk sekolah. (Hal 24)
Namun dibalik kenakalannya itu, sebenarnya ia merindukan kasih sayang seorang ayah. Seorang ayah yang bisa membelanya meskipun ia melakukan kesalahan. Seperti yang dilakukan oleh kakeknya selama ini. Kerinduan yang yang terus menggebu, bahkan lidahnya pun tak sanggup melontarkan pertanyaan tentang siapa ayahnya kepada ibunya. Pertanyaan itu hanya mampir di tenggorokannya.
Kerinduan yang memerihkan batinnya itu harus dilawannya. Dan lucunya, pos ronda merupakan tempat yang dirasanya pantas untuk sembunyi dari rasa rindu dan sunyi. Namun, suatu hari, Vito memutuskan untuk mengakhiri rasa rindu ini dengan melakukan pencarian sosok ayahnya. Bahkan ia berniat untuk menjual biji jambu mete hasil kebun keluarganya sebagai bekalnya dalam pencarian.
Alur cerita di novel ini maju mundur. Saat sedang menikmati kelucuan dan rasa penasaran Vito mengenai sosok ayahnya, anda akan dibawa si penulis ke masa dimana ayah dan ibunya bertemu pertama kali. Di Lontara 4 pertemuan itu dikisahkan, suatu hari pada tahun 1996 di Pangkajene. Saat itu Ilham, nama ayah Vito, sedang kehabisan angkot. Mahasiswa Universitas Hasanudin itu bertemu Halimah, Ibu Vito, seorang gadis pemalu.
Pertemuan selanjutnya dihadirkan di lontara 9. Ilham kembali bertemu dengan Halimah. Di sinilah bunga-bunga cinta antara keduanya mulai tumbuh. Ilham bahkan meminta Halimah untuk menunggunya hingga ia menamatkan kuliahnya. Dan yang paling menyentuh, ia berani meminta Halimah untuk menyiapkan janur kuning saat ia datang kembali menemui Halimah.
Di lontara 9 ini juga dikisahkan, penolakan ayah Halimah terhadap sosok Ilham. Alasannya karena Ilham tak pernah sekalipun tampak batang hidungnya di masjid. Semenjak itulah keantipatian kakek Vito terhadap ayahnya dimulai. Dia pun menjodohkan Ibunya dengan pria lain bernama Azis yang tak lain sepupu Ibunya.
Perjodohan itu membuat Halimah kecewa bahkan ia nekat lari di malam sebelum hari pernikahannya dengan Azis. Tujuannya satu, bertemu dengan Ilham. Namun, saat impiannya bertemu Ilham terwujud, Halimah justru dikecewakan, lantaran Ilham menganut kepercayaan yang berbeda dengannya. Ilham merupakan penganut Tolotang, yang akhirnya masuk Islam saat silariang (kawin lari) dengan Halimah. (Lontara 18 dan 19).
Halimah baru berani menceritakan siapa ayah Vito saat Vito memasuki usia 13 tahun. Cerita yang disampaikan kepada Vito tidak hanya manisnya saja. Meski demikian, Vito tidak sedikitpun menyimpan benci dan dendam. Bahkan rasa rindunya kepada ayahnya semakin besar. Meskipun, ia tahu mamanya membenci ayahnya lantaran dikhianati dan ditelantarkan. (Lontara 24)
Dan kerinduan yang semakin membuncah ini yang akhirnya mendorong Vito menemui ayahnya tepat di hari raya penganut Tolotang, yang hanya diadakan di Perrinyameng. Namun sayangnya, keinginannya itu terpaksa harus kandas. Ia hanya bertemu dengan Jihang atau kakeknya.
Alur cerita yang maju mundur benar-benar membuat penasaran, apakah impian Vito untuk bertemu dengan Ayah dan Vino jadi kenyataan. Dan semuanya terkuak di Lontara 33.
Novel Lontara Rindu ini mengajarkan kita tentang rindu. Bagaimana rindu bisa memberikan keberanian pada seorang anak yang baru berusia 13 tahun untuk melakukan pencarian ayah kandung dan saudara kembarnya. Namun, satu hal, alur maju mundur yang digunakan si penulis agak membingungkan. Karena di saat sedang menikmati keceriaan Vito, tiba-tiba disela oleh kisah pertemuan orangtua Vito di masa lalu. Dan cerita-cerita tentang keseharian Vito dirasakan terlalu lama. Sementara kisah pencarian sosok ayahnya hanya dihadirkan di lontara terakhir.
Namun, secara keseluruhan novel ini memberikan makna positif pada kehidupan.
(Lia Purna W)

Terpendam dalam tawa.
mungkin juga sedih.
yang memayungi hati.
Airmata itu tak kita baca.
tak kita lihat.
perasaan kita tuli, hati kita buta.
Dia menyimpan rasa pada kita.
Dia memendam rindu yang mengarat.
Dalam tiap do’a IA selalu setia.
meski IA tak selalu disisi kita.
dalam tiap rintihan sujud IA selalu ada.
dalam hening hatinya.
kita selalu di sanjung ,di banggakan , selalu di puja.
kita selalu ada dalam tiap lafadz do’anya.
di tiap ucap bibirnya,itulah kita.
meski pipi basah dengan airmata.
hanya satu yang dia pinta.
IA hanya ingin kita bahagia.
begitu pula ,
kita selalu setia dalam do’a untuk IA.
Oleh :Wong Djogja
Djogjakarta
Penulis : S. Gengge Mappangewa
Penerbit. : Republika, 2012
Tebal. : 342 halaman
Selama ini, ketika kita berbicara atau merasakan rindu, secara alami perasaan itu ditujukan pada seorang kekasih. Namun, saat membaca bab demi bab novel Lontara Rindu karya S. Gengge Mappangewa ini, kita akan sadar, rindu bukanlah perasaan yang mutlak diperuntukkan kepada kekasih.
Novel peraih penghargaan terbaik pertama “Lomba Novel Republika 2011″ ini mengisahkan kerinduan mendalam seorang anak yang terpisah dengan ayahnya. Suatu kisah yang mengharukan, dengan mengambil setting lokasi di Sulawesi Selatan, daerah asal sang penulis.
Penulis menceritakan seorang anak bernama Vito terpaksa berpisah dengan ayahnya, lantaran perbedaan agama antara ayah dan ibunya. Vito mempunyai saudara kembar bernama Vino. Setelah orang tuanya bercerai, Vito tinggal bersama ibunya. Sementara Vino dengan ayahnya.
Tak hanya keharuan yang disuguhkan di novel ini. Sang penulis yang bernama asli Sabir ST dan juga berkecimpung di dunia pendidikan ini, mampu menghadirkan sebuah cerita yang menyelipkan kelucuan dan kenakalan ala bocah yang masih berseragam biru tua. Kenakalan di sini seperti diam-diam membongkar laci meja guru mereka, Ibu Maulindah, dan membaca buku hariannya. (Hal 19-20)
Kelucuan dan kenakalan lainnya juga hadir di bab berikutnya, di novel ini penulisnya lebih suka memakai istilah lontara. Tapi ada juga kenakalan yang tidak patut ditiru, yakni saat Vito berbohong pada gurunya bahwa kakeknya meninggal. Dan hal itu yang dijadikannya alasan untuk tidak masuk sekolah. (Hal 24)
Namun dibalik kenakalannya itu, sebenarnya ia merindukan kasih sayang seorang ayah. Seorang ayah yang bisa membelanya meskipun ia melakukan kesalahan. Seperti yang dilakukan oleh kakeknya selama ini. Kerinduan yang yang terus menggebu, bahkan lidahnya pun tak sanggup melontarkan pertanyaan tentang siapa ayahnya kepada ibunya. Pertanyaan itu hanya mampir di tenggorokannya.
Kerinduan yang memerihkan batinnya itu harus dilawannya. Dan lucunya, pos ronda merupakan tempat yang dirasanya pantas untuk sembunyi dari rasa rindu dan sunyi. Namun, suatu hari, Vito memutuskan untuk mengakhiri rasa rindu ini dengan melakukan pencarian sosok ayahnya. Bahkan ia berniat untuk menjual biji jambu mete hasil kebun keluarganya sebagai bekalnya dalam pencarian.
Alur cerita di novel ini maju mundur. Saat sedang menikmati kelucuan dan rasa penasaran Vito mengenai sosok ayahnya, anda akan dibawa si penulis ke masa dimana ayah dan ibunya bertemu pertama kali. Di Lontara 4 pertemuan itu dikisahkan, suatu hari pada tahun 1996 di Pangkajene. Saat itu Ilham, nama ayah Vito, sedang kehabisan angkot. Mahasiswa Universitas Hasanudin itu bertemu Halimah, Ibu Vito, seorang gadis pemalu.
Pertemuan selanjutnya dihadirkan di lontara 9. Ilham kembali bertemu dengan Halimah. Di sinilah bunga-bunga cinta antara keduanya mulai tumbuh. Ilham bahkan meminta Halimah untuk menunggunya hingga ia menamatkan kuliahnya. Dan yang paling menyentuh, ia berani meminta Halimah untuk menyiapkan janur kuning saat ia datang kembali menemui Halimah.
Di lontara 9 ini juga dikisahkan, penolakan ayah Halimah terhadap sosok Ilham. Alasannya karena Ilham tak pernah sekalipun tampak batang hidungnya di masjid. Semenjak itulah keantipatian kakek Vito terhadap ayahnya dimulai. Dia pun menjodohkan Ibunya dengan pria lain bernama Azis yang tak lain sepupu Ibunya.
Perjodohan itu membuat Halimah kecewa bahkan ia nekat lari di malam sebelum hari pernikahannya dengan Azis. Tujuannya satu, bertemu dengan Ilham. Namun, saat impiannya bertemu Ilham terwujud, Halimah justru dikecewakan, lantaran Ilham menganut kepercayaan yang berbeda dengannya. Ilham merupakan penganut Tolotang, yang akhirnya masuk Islam saat silariang (kawin lari) dengan Halimah. (Lontara 18 dan 19).
Halimah baru berani menceritakan siapa ayah Vito saat Vito memasuki usia 13 tahun. Cerita yang disampaikan kepada Vito tidak hanya manisnya saja. Meski demikian, Vito tidak sedikitpun menyimpan benci dan dendam. Bahkan rasa rindunya kepada ayahnya semakin besar. Meskipun, ia tahu mamanya membenci ayahnya lantaran dikhianati dan ditelantarkan. (Lontara 24)
Dan kerinduan yang semakin membuncah ini yang akhirnya mendorong Vito menemui ayahnya tepat di hari raya penganut Tolotang, yang hanya diadakan di Perrinyameng. Namun sayangnya, keinginannya itu terpaksa harus kandas. Ia hanya bertemu dengan Jihang atau kakeknya.
Alur cerita yang maju mundur benar-benar membuat penasaran, apakah impian Vito untuk bertemu dengan Ayah dan Vino jadi kenyataan. Dan semuanya terkuak di Lontara 33.
Novel Lontara Rindu ini mengajarkan kita tentang rindu. Bagaimana rindu bisa memberikan keberanian pada seorang anak yang baru berusia 13 tahun untuk melakukan pencarian ayah kandung dan saudara kembarnya. Namun, satu hal, alur maju mundur yang digunakan si penulis agak membingungkan. Karena di saat sedang menikmati keceriaan Vito, tiba-tiba disela oleh kisah pertemuan orangtua Vito di masa lalu. Dan cerita-cerita tentang keseharian Vito dirasakan terlalu lama. Sementara kisah pencarian sosok ayahnya hanya dihadirkan di lontara terakhir.
Namun, secara keseluruhan novel ini memberikan makna positif pada kehidupan.
(Lia Purna W)
HEBATNYA KITA DALAM RINDU SEORANG AYAH

Terpendam dalam tawa.
mungkin juga sedih.
yang memayungi hati.
Airmata itu tak kita baca.
tak kita lihat.
perasaan kita tuli, hati kita buta.
Dia menyimpan rasa pada kita.
Dia memendam rindu yang mengarat.
Dalam tiap do’a IA selalu setia.
meski IA tak selalu disisi kita.
dalam tiap rintihan sujud IA selalu ada.
dalam hening hatinya.
kita selalu di sanjung ,di banggakan , selalu di puja.
kita selalu ada dalam tiap lafadz do’anya.
di tiap ucap bibirnya,itulah kita.
meski pipi basah dengan airmata.
hanya satu yang dia pinta.
IA hanya ingin kita bahagia.
begitu pula ,
kita selalu setia dalam do’a untuk IA.
Oleh :Wong Djogja
Djogjakarta
Langganan:
Komentar (Atom)




