Sabtu, 16 Maret 2013

Kepribadian

Kepribadian

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pemilihan pakaian dan gaya rambut adalah bagian dari ekspresi kepribadian.
Kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain.[1] Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang.[1]

Daftar isi

Makna kepribadian menurut pengertian sehari-hari

Disamping itu kepribadian sering diartikan dengan ciri-ciri yang menonjol pada diri individu, seperti kepada orang yang pemalu dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”. Kepada orang supel diberikan atribut “berkepribadian supel” dan kepada orang yang plin-plan, pengecut, dan semacamnya diberikan atribut “tidak punya kepribadian”.

Definisi kepribadian menurut psikologi

Berdasarkan psikologi, Gordon Allport menyatakan bahwa kepribadian sebagai suatu organisasi (berbagai aspek psikis dan fisik) yang merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. Jadi, kepribadian merupakan sesuatu yang dapat berubah. Secara eksplisit Allport menyebutkan, kepribadian secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan.[2]

Ciri-ciri kepribadian

Para ahli tampaknya masih sangat beragam dalam memberikan rumusan tentang kepribadian. Dalam suatu penelitian kepustakaan yang dilakukan oleh Gordon W. Allport (Calvin S. Hall dan Gardner Lindzey, 2005) menemukan hampir 50 definisi tentang kepribadian yang berbeda-beda. Berangkat dari studi yang dilakukannya, akhirnya dia menemukan satu rumusan tentang kepribadian yang dianggap lebih lengkap. Menurut pendapat dia bahwa kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem psiko-fisik yang menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Kata kunci dari pengertian kepribadian adalah penyesuaian diri. Scheneider (1964) mengartikan penyesuaian diri sebagai “suatu proses respons individu baik yang bersifat behavioral maupun mental dalam upaya mengatasi kebutuhan-kebutuhan dari dalam diri, ketegangan emosional, frustrasi dan konflik, serta memelihara keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan tersebut dengan tuntutan (norma) lingkungan.
Sedangkan yang dimaksud dengan unik bahwa kualitas perilaku itu khas sehingga dapat dibedakan antara individu satu dengan individu lainnya. Keunikannya itu didukung oleh keadaan struktur psiko-fisiknya, misalnya konstitusi dan kondisi fisik, tampang, hormon, segi kognitif dan afektifnya yang saling berhubungan dan berpengaruh, sehingga menentukan kualitas tindakan atau perilaku individu yang bersangkutan dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Untuk menjelaskan tentang kepribadian individu, terdapat beberapa teori kepribadian yang sudah banyak dikenal, diantaranya : teori Psikoanalisa dari Sigmund Freud, teori Analitik dari Carl Gustav Jung, teori Sosial Psikologis dari Adler, Fromm, Horney dan Sullivan, teori Personologi dari Murray, teori Medan dari Kurt Lewin, teori Psikologi Individual dari Allport, teori Stimulus-Respons dari Throndike, Hull, Watson, teori The Self dari Carl Rogers dan sebagainya. Sementara itu, Abin Syamsuddin (2003) mengemukakan tentang aspek-aspek kepribadian, yang di dalamnya mencakup :
  • Karakter yaitu konsekuen tidaknya dalam mematuhi etika perilaku, konsiten tidaknya dalam memegang pendirian atau pendapat.
  • Temperamen yaitu disposisi reaktif seorang, atau cepat lambatnya mereaksi terhadap rangsangan-rangsangan yang datang dari lingkungan.
  • Sikap; sambutan terhadap objek yang bersifat positif, negatif atau ambivalen.
  • Stabilitas emosi yaitu kadar kestabilan reaksi emosional terhadap rangsangan dari lingkungan. Seperti mudah tidaknya tersinggung, marah, sedih, atau putus asa
  • Responsibilitas (tanggung jawab) adalah kesiapan untuk menerima risiko dari tindakan atau perbuatan yang dilakukan. Seperti mau menerima risiko secara wajar, cuci tangan, atau melarikan diri dari risiko yang dihadapi.
  • Sosiabilitas yaitu disposisi pribadi yang berkaitan dengan hubungan interpersonal. Seperti : sifat pribadi yang terbuka atau tertutup dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain.
Setiap individu memiliki ciri-ciri kepribadian tersendiri, mulai dari yang menunjukkan kepribadian yang sehat atau justru yang tidak sehat. Dalam hal ini, Elizabeth (Syamsu Yusuf, 2003) mengemukakan ciri-ciri kepribadian yang sehat dan tidak sehat, sebagai berikut :

Kepribadian yang sehat

  • Mampu menilai diri sendiri secara realisitik; mampu menilai diri apa adanya tentang kelebihan dan kekurangannya, secara fisik, pengetahuan, keterampilan dan sebagainya.
  • Mampu menilai situasi secara realistik; dapat menghadapi situasi atau kondisi kehidupan yang dialaminya secara realistik dan mau menerima secara wajar, tidak mengharapkan kondisi kehidupan itu sebagai sesuatu yang sempurna.
  • Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik; dapat menilai keberhasilan yang diperolehnya dan meraksinya secara rasional, tidak menjadi sombong, angkuh atau mengalami superiority complex, apabila memperoleh prestasi yang tinggi atau kesuksesan hidup. Jika mengalami kegagalan, dia tidak mereaksinya dengan frustrasi, tetapi dengan sikap optimistik.
  • Menerima tanggung jawab; dia mempunyai keyakinan terhadap kemampuannya untuk mengatasi masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya.
  • Kemandirian; memiliki sifat mandiri dalam cara berfikir, dan bertindak, mampu mengambil keputusan, mengarahkan dan mengembangkan diri serta menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku di lingkungannya.
  • Dapat mengontrol emosi; merasa nyaman dengan emosinya, dapat menghadapi situasi frustrasi, depresi, atau stress secara positif atau konstruktif , tidak destruktif (merusak)
  • Berorientasi tujuan; dapat merumuskan tujuan-tujuan dalam setiap aktivitas dan kehidupannya berdasarkan pertimbangan secara matang (rasional), tidak atas dasar paksaan dari luar, dan berupaya mencapai tujuan dengan cara mengembangkan kepribadian (wawasan), pengetahuan dan keterampilan.
  • Berorientasi keluar (ekstrovert); bersifat respek, empati terhadap orang lain, memiliki kepedulian terhadap situasi atau masalah-masalah lingkungannya dan bersifat fleksibel dalam berfikir, menghargai dan menilai orang lain seperti dirinya, merasa nyaman dan terbuka terhadap orang lain, tidak membiarkan dirinya dimanfaatkan untuk menjadi korban orang lain dan mengorbankan orang lain, karena kekecewaan dirinya.
  • Penerimaan sosial; mau berpartsipasi aktif dalam kegiatan sosial dan memiliki sikap bersahabat dalam berhubungan dengan orang lain.
  • Memiliki filsafat hidup; mengarahkan hidupnya berdasarkan filsafat hidup yang berakar dari keyakinan agama yang dianutnya.
  • Berbahagia; situasi kehidupannya diwarnai kebahagiaan, yang didukung oleh faktor-faktor achievement (prestasi), acceptance (penerimaan), dan affection (kasih sayang).

Kepribadian yang tidak sehat

  • Mudah marah (tersinggung)
  • Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan
  • Sering merasa tertekan (stress atau depresi)
  • Bersikap kejam atau senang mengganggu orang lain yang usianya lebih muda atau terhadap binatang
  • Ketidakmampuan untuk menghindar dari perilaku menyimpang meskipun sudah diperingati atau dihukum
  • Kebiasaan berbohong
  • Hiperaktif
  • Bersikap memusuhi semua bentuk otoritas
  • Senang mengkritik/mencemooh orang lain
  • Sulit tidur
  • Kurang memiliki rasa tanggung jawab
  • Sering mengalami pusing kepala (meskipun penyebabnya bukan faktor yang bersifat organis)
  • Kurang memiliki kesadaran untuk mentaati ajaran agama
  • Pesimis dalam menghadapi kehidupan
  • Kurang bergairah (bermuram durja) dalam menjalani kehidupan

Faktor-faktor penentu kepribadian

Faktor keturunan

Keturunan merujuk pada faktor genetika seorang individu.[1] Tinggi fisik, bentuk wajah, gender, temperamen, komposisi otot dan refleks, tingkat energi dan irama biologis adalah karakteristik yang pada umumnya dianggap, entah sepenuhnya atau secara substansial, dipengaruhi oleh siapa orang tua dari individu tersebut, yaitu komposisi biologis, psikologis, dan psikologis bawaan dari individu.[1]

Terdapat tiga dasar penelitian yang berbeda yang memberikan sejumlah kredibilitas terhadap argumen bahwa faktor keturunan memiliki peran penting dalam menentukan kepribadian seseorang.[1] Dasar pertama berfokus pada penyokong genetis dari perilaku dan temperamen anak-anak. [1] Dasar kedua berfokus pada anak-anak kembar yang dipisahkan sejak lahir.[1] Dasar ketiga meneliti konsistensi kepuasan kerja dari waktu ke waktu dan dalam berbagai situasi.[1]

Penelitian terhadap anak-anak memberikan dukungan yang kuat terhadap pengaruh dari faktor keturunan.[3] Bukti menunjukkan bahwa sifat-sifat seperti perasaan malu, rasa takut, dan agresif dapat dikaitkan dengan karakteristik genetis bawaan.[3] Temuan ini mengemukakan bahwa beberapa sifat kepribadian mungkin dihasilkan dari kode genetis sama yang memperanguhi faktor-faktor seperti tinggi badan dan warna rambut.[3]
Para peneliti telah mempelajari lebih dari 100 pasangan kembar identik yang dipisahkan sejak lahir dan dibesarkan secara terpisah.[4] Ternyata peneliti menemukan kesamaan untuk hampir setiap ciri perilaku, ini menandakan bahwa bagian variasi yang signifikan di antara anak-anak kembar ternyata terkait dengan faktor genetis.[1] Penelitian ini juga memberi kesan bahwa lingkungan pengasuhan tidak begitu memengaruhi perkembangan kepribadian atau dengan kata lain, kepribadian dari seorang kembar identik yang dibesarkan di keluarga yang berbeda ternyata lebih mirip dengan pasangan kembarnya dibandingkan kepribadian seorang kembar identik dengan saudara-saudara kandungnya yang dibesarkan bersama-sama.[1]

Faktor lingkungan

Faktor lain yang memberi pengaruh cukup besar terhadap pembentukan karakter adalah lingkungan di mana seseorang tumbuh dan dibesarkan; norma dalam keluarga, teman, dan kelompok sosial; dan pengaruh-pengaruh lain yang seorang manusia dapat alami.[1] Faktor lingkungan ini memiliki peran dalam membentuk kepribadian seseorang.[1] Sebagai contoh, budaya membentuk norma, sikap, dan nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan menghasilkan konsistensi seiring berjalannya waktu sehingga ideologi yang secara intens berakar di suatu kultur mungkin hanya memiliki sedikit pengaruh pada kultur yang lain.[1] Misalnya, orang-orang Amerika Utara memiliki semangat ketekunan, keberhasilan, kompetisi, kebebasan, dan etika kerja Protestan yang terus tertanam dalam diri mereka melalui buku, sistem sekolah, keluarga, dan teman, sehingga orang-orang tersebut cenderung ambisius dan agresif bila dibandingkan dengan individu yang dibesarkan dalam budaya yang menekankan hidup bersama individu lain, kerja sama, serta memprioritaskan keluarga daripada pekerjaan dan karier.[1]

Sifat-sifat kepribadian

Berbagai penelitian awal mengenai struktur kepribadian berkisar di seputar upaya untuk mengidentifikasikan dan menamai karakteristik permanen yang menjelaskan perilaku individu seseorang.[1] Karakteristik yang umumnya melekat dalam diri seorang individu adalah malu, agresif, patuh, malas, ambisius, setia, dan takut.[5] Karakteristik-karakteristik tersebut jika ditunjukkan dalam berbagai situasi, disebut sifat-sifat kepribadian.[5] Sifat kepribadian menjadi suatu hal yang mendapat perhatian cukup besar karena para peneliti telah lama meyakini bahwa sifat-sifat kepribadian dapat membantu proses seleksi karyawan, menyesuaikan bidang pekerjaan dengan individu, dan memandu keputusan pengembangan karier.[5]

Cara identifikasi kepribadian

Terdapat sejumlah upaya awal untuk mengidentifikasi sifat-sifat utama yang mengatur perilaku.[6] Seringnya, upaya ini sekadar menghasilkan daftar panjang sifat yang sulit untuk digeneralisasikan dan hanya memberikan sedikit bimbingan praktis bagi para pembuat keputusan organisasional.[6] Dua pengecualian adalah Myers-Briggs Type Indicator dan Model Lima Besar.[6] Selama 20 tahun hingga saat ini, dua pendekatan ini telah menjadi kerangka kerja yang dominan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan sifat-sifat seseorang.[6]

Myers-Briggs Type Indicator

Myers-Briggs Type Indicator (MBTI)[7] adalah tes kepribadian menggunakan empat karakteristik dan mengklasifikasikan individu ke dalam salah satu dari 16 tipe kepribadian. Berdasarkan jawaban yang diberikan dalam tes tersebut, individu diklasifikasikan ke dalam karakteristik ekstraver atau introver, [sensitif]] atau intuitif, pemikir atau perasa, dan memahami atau menilai[6]. Instrumen ini adalah instrumen penilai kepribadian yang paling sering digunakan.[8] MBTI telah dipraktikkan secara luas di perusahaan-perusahaan global seperti Apple Computers, AT&T, Citgroup, GE, 3M Co., dan berbagai rumah sakit, institusi pendidikan, dan angkatan bersenjata AS.[8]

Model Lima Besar

Myers-Briggs Type Indicator kurang memiliki bukti pendukung yang valid, tetapi hal tersebut tidak berlaku pada model lima faktor kepribadian -yang biasanya disebut Model Lima Besar.[6] Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah besar penelitian mendukung bahwa lima dimensi dasar saling mendasari dan mencakup sebagian besar variasi yang signifikan dalam kepribadian manusia.[9] Faktor-faktor lima besar mencakup ekstraversi, mudah akur dan bersepakat, sifat berhati-hati, stabilitas emosi, dan terbuka terhadap hal-hal baru.[9]

Menilai kepribadian

Sepuluh kartu yang digunakan dalam Rorschach Inkblot test.
Alasan paling penting mengapa manajer perlu mengetahui cara menilai kepribadian adalah karena penelitian menunjukkan bahwa tes-tes kepribadian sangat berguna dalam membuat keputusan perekrutan.[1] Nilai dalam tes kepribadian membantu manajer meramalkan calon terbaik untuk suatu pekerjaan.[1]
Terdapat tiga cara utama untuk menilai kepribadian[1]:
  • Survei mandiri
  • Survei peringkat oleh pengamat
  • Ukuran proyeksi (Rorschach Inkblot test dan Thematic Apperception Test)

Sifat kepribadian utama yang memengaruhi perilaku organisasi

Evaluasi inti diri

Evaluasi inti diri adalah tingkat di mana individu menyukai atau tidak menyukai diri mereka sendiri, apakah mereka menganggap diri mereka cakap dan efektif, dan apakah mereka merasa memegang kendali atau tidak berdaya atas lingkungan mereka.[10] Evaluasi inti diri seorang individu ditentukan oleh dua elemen utama: harga diri dan lokus kendali.[10] Harga diri didefinisikan sebagai tingkat menyukai diri sendiri dan tingkat sampai mana individu menganggap diri mereka berharga atau tidak berharga sebagai seorang manusia.[10]

Machiavellianisme

Machiavellianisme adalah tingkat di mana seorang individu pragmatis, mempertahankan jarak emosional, dan yakin bahwa hasil lebih penting daripada proses.[10] Karakteristik kepribadian Machiavellianisme berasal dari nama Niccolo Machiavelli, penulis pada abad keenam belas yang menulis tentang cara mendapatkan dan menggunakan kekuasaan.[10]

Narsisisme

Narsisisme adalah kecenderungan menjadi arogan, mempunyai rasa kepentingan diri yang berlebihan, membutuhkan pengakuan berlebih, dan mengutamakan diri sendiri.[1] Sebuah penelitian mengungkap bahwa ketika individu narsisis berpikir mereka adalah pemimpin yang lebih baik bila dibandingkan dengan rekan-rekan mereka, atasan mereka sebenarnya menilai mereka sebagai pemimpin yang lebih buruk.[1] Individu narsisis seringkali ingin mendapatkan pengakuan dari individu lain dan penguatan atas keunggulan mereka sehingga individu narsisis cenderung memandang rendah dnegan berbicara kasar kepada individu yang mengancam mereka.[1] Individu narsisis juga cenderung egois dan eksploitif, dan acap kali memanfaatkan sikap yang dimiliki individu lain untuk keuntungannya[1].

Pemantauan diri

Pemantauan diri adalah kemampuan seseorang untuk menyesuaikan perilakunya dengan faktor situasional eksternal.[11] Individu dengan tingkat pemantauan diri yang tinggi menunjukkan kemampuan yang sangat baik dalam menyesuaikan perilaku dengan faktor-faktor situasional eksternal[11]. Bukti menunjukkan bahwa individu dengan tingkat pemantauan diri yang tinggi cenderung lebih memerhatikan perilaku individu lain dan pandai menyesuaikan diri bila dibandingkan dengan individu yang memiliki tingkat pemantauan diri yang rendah.[11]

Kepribadian tipe A

Donald Trump adalah individu berkepribadian tipe A.
Kepribadian tipe A adalah keterlibatan secara agresif dalam perjuangan terus-menerus untuk mencapai lebih banyak dalam waktu yang lebih sedikit dan melawan upaya-upaya yang menentang dari orang atau hal lain.[12] Dalam kultur Amerika Utara, karakteristik ini cenderung dihargai dan dikaitkan secara positif dengan ambisi dan perolehan barang-barang material yang berhasil.[12] Karakteristik tipe A adalah:[12]
  • selalu bergerak, berjalan, dan makan cepat;
  • merasa tidak sabaran;
  • berusaha keras untuk melakukan atau memikirkan dua hal pada saat yang bersamaan;
  • tidak dapat menikmati waktu luang;
  • terobsesi dengan angka-angka, mengukur keberhasilan dalam bentuk jumlah hal yang bisa mereka peroleh.

Kepribadian proaktif

Kepribadian proaktif adalah sikap yang cenderung oportunis, berinisiatif, berani bertindak, dan tekun hingga berhasil mencapai perubahan yang berarti. Pribadi proaktif menciptakan perubahan positif daalam lingkungan tanpa memedulikan batasan atau halangan.[1]

Referensi

  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w Robbins, Stephen P.; Judge, Timothy A. (2008). Perilaku Organisasi Buku 1, Jakarta: Salemba Empat. Hal.126-127
  2. ^ http://www.psikologizone.com/pengertian-kepribadian-menurut-awam-dan-psikologi/06511225
  3. ^ a b c Stein, M. B.; Jang, K. L.; Livesley, W. J. Heritability of Social Anxiety-Related Concerns and Personality Characteristics: A Twin Study, New York: Viking, 2002. hal. 219-224.
  4. ^ Arvey, R. D.; Bouchard, T. J. Genetics, Twins, and Organizational Behavior, Greenwich, CT: JAI Press, 1994. hal. 65-66.
  5. ^ a b c Buss, A. H. "Personality as a Traits," American Psychologist, November 1989, hal. 1378-1388.
  6. ^ a b c d e f Arvey, R. D. "Genetics, Twin, and Organizational Behavior," Research in Organizational behavior, vol. 16, Greenwich CT: JAI Press, 1994, hal 65-66.
  7. ^ McCrae, R. R. Reinterpreting the Myers-Briggs Type Indicator from the Perspective of the Five Factor Models of Personality, Journal of Personality, Ney York: Wiley, Maret 1989, hal. 17-40
  8. ^ a b "Identifying How We Think," Hardvard Business Review, Juli-Agustus 1997, hal. 114-115.
  9. ^ a b McCrae, R. R. Special Issue: The Five-Factor Model: Issue and Applications, Journal of Personality, Juni 1992. hal. 304-315.
  10. ^ a b c d e Judge, T. A. A Rose by any Other Name, Personality Psychology in the Workplace, Washington DC: American Psychological Association, hal. 93-118.
  11. ^ a b c Snyder, M. The Psychology of Self-Monitoring, Psychology Bulletin, Juli 2000, hal. 530-555.
  12. ^ a b c Friedman, A. Type A Behavior and Your Heart, New York: Alfred A. Knopf, 1974, hal. 84.

Rabu, 13 Maret 2013

filosofi yin dan yang

Filosofi Yin dan Yang (Ajaran Taoisme) yang Berumur Ribuan Tahun

黑色和白色并排和补充平衡圈对方。(baca: Heīsè hé báisè bìngái hé
buchõng pinghéng quãn duìfãng).
Tadinya kalimat ini aku temukan dimeja komputer
 bosku lalu aku bertanya dan dia menjawab artinya
Hitam dan putih yang berdampingan dan saling
mengisi di dalam lingkaran keseimbangan. Saya penasaran,
lalu browsing ke internet dan menemukan kalimat yang sama persis.
 Oh, ternyata konsep Yin dan yang. Lupa2 ingat,
 ini pernah saya pelajari di sekolah kayaknya.
Ajaran Taoisme ini lengkapnya disebut
Yin Yang Mao Dun Guan yang dibawa oleh
 Lao Tzu(604SM-517SM abad ke 6 Masehi).
 Ajaran ini sudah berumur ribuan tahun.
Ilmu kedokteran tradisional China (Zhong yi, dokternya disebut Shine)
harus menguasai filososfi Yin Yang baru bisa menguasai
sistem pengobatan tradisional.
~Yin~
Sifatnya dingin dan lemah (Cont: Wanita, malam, air atau angin dll)
~Yang~ bersifat panas dan kuat (cont: Pria, panas, api dll)
Yin dan Yang selalu bertolak belakang, namun penerapannya
 dalam hidup harus seimbang. Apabila tidak maka akan
 menimbulkan ketidakserasian dalam kehidupan.
Lambang Yin Yang adalah dua buah ikan berwarna
hitam putih berada dalam satu lingkaran. Lambang ini
 disebut Lambang Xiantian Taiji atau Yinying yang di
populerkan oleh Lai Zhide(1525-1604M).
Makna Yin Yang saya jabarkan sebagai berikut:
1. Keadilan
Pada logo besarnya ikan adalah sama besar hal ini
melambangkan keadilan. Artinya dalam mengerjakan
segala sesuatu kita haruslah adil sesuai dengan firman
Allah pada Q.S AL-Maidah ayat 8 yang artinya
“…Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu
 kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku
adilah karena adil itu dekat dengan takwa.”
Hal ini sangatlah jelas bahwa ajaran Taoisme dan Al-Qur’an
mengajarkan kita untuk selalu berlaku adil.
Dalam Q.S Al-Qur’an An-Nahl ayat 90 Allah berfirman:
“Inna Allaha ya/muru bial’adli waal insaani wa iitaai dzii alqurbaa
wayanhaa’ani alfahsyaa-i waalmunkari waalbaghyi ya’izhukum la’
allakum tadzaka karuuna.”
Artinya:
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berbuat adil dan
 berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat dan
 Allah melarang dari perbuatan keji, Kemungkaran dan
 permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar
kamu dapat mengambil pelajaran.
2.Berpasangan
Dalam logo Yin Yang terdapat dua buah ikan yang
berbeda warna. Hal ini bermakna bahwa segala
 sesuatu Allah ciptakan berpasangan. Contohnya
ada siang-malam, panas-dingin, Lahir-Mati,
 laki-prempuan, Tua-muda dan masih banyak lagi.
Makna filosofi Yin Yang (berpasangan) ini sesuai
dengan Firman Allah dalam Q.S Al-Qur’an Yassin
ayat 36 yang berbunyi:
“Subhaana alladzi khalaqa al-azwaaja kallaha
 mimma anfusihim wamimma laa ya’lamuuna”
Artinya:
Maha suci Allah yang telah menciptakan pasangan2
semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi
dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
kemudian Allah juga berfirman dalam Q.S Al-Qur’an Fathir ayat 11, berbunyi:
“Wallahu khalaqakum min turaabin tsuma min
 nuthfatin tsuma ja’alakum azwaajaa”
Artinya:
Dan Allah menciptakan kamu dari tanah dan mani,
kemudian dia menjadikanmu berpasangan (laki-laki dan perempuan).
3.Keseimbangan
Artinya dalam ajaran Yin yang semua di ajarkan harus
secara seimbang, serasi dan selaras. Meskipun
semuanya bertentangan haruslah tetap diseimbangankan,
 keberadaan hitam adalah untuk menyeimbangkan
adanya putih. Naik sepeda saja juga butuh keseimbangan kan?
4.Tidak Sempurna/positif-Negatif
Di dalam logo Yin dan Yang terdapat titik mata putih
pada ikan hitam dan ttik mata hitam pada ikan putih.
 Hal ini menunjukkan bhwa segala sesuatu itu
diciptakan tidak sempurna. Jadi sebaik2nya manusia
 pasti ada buruknya dan sebaliknya. Contoh lainnya
adalah sekuat-kuatnya sseorang pasti mempunyai sisi kelemahannya.
Meskipun sebuah perbuatan itu dilakukan untuk tujuan
positif pasti memikiki resiko negatif juga walaupun itu sangat sedikit.
★Ri wang ze yue lai, yue wang ze ri lai. Ri yue
 xiang tue er ming sheng yan. (Matahari berlalu
kemudian bulan datang, bulan berlalu kemudian
 matahari datang. Matahari dan bulan saling bergantian maka timbullah terang)★
Inilah sedikit hasil browsing saya, menurut saya ada
 benarnya kalimat “Carilah ilmu sampai ke negeri China”
tapi semua itu haruslah kita kembalikan kepada
kaidah beragama. Adakalanya filosofi sebuah bangsa
 tidak selalu tepat kita gunakan sebagai idealisme
berfilosofi. Hemat saya, hidup adalah proses B-C-D
 Artinya BIRTH-CHANCE N CHOICE-DIE.
Selama dalam proses memilih itulah kesempatan datang
mengajarkan kita bagaimana bersikap dan menyikapi hidup.
 Alam adalah ilmu nyata (jawa: sastra cetha) segala sesuatunya
 mengajarkan kita kebenaran dan pelajaran menjadi manusia.
 Benar adalah benar dan salah tidak akan menjadi benar itu
kalimat bijak yang pernah saya baca.
(diambil dan dialih-bahasakan dari berbagai sumber)


Sejarah dan Arti Unsur Lambang Yin Yang

 

Sejarah Tiongkok kuno penuh dengan legenda, mukjizat,
dan misteri yang telah mengilhami peradaban manusia
hingga periode waktu sekarang.
Ada banyak faktor pendorong dalam hal ini, beberapa
 diantaranya bahkan lebih signifikan daripada lainnya.
 Sebuah simbol luar biasa yang telah menjadi simbol
 pokok di seluruh dunia adalah simbol Tao, Yin dan Yang.
Simbol ini sudah luas dikenal di luar Tiongkok karena
 memiliki filosofis, historis dan makna batin
spiritual yang mendalam.
Cara sederhana untuk menggambarkan simbol ini
 adalah bahwa ia mewakili “bagaimana segala sesuatu bekerja
”. Di permukaan mungkin terdengar sederhana teta-pi
apabila direnungkan lebih lanjut dan jika benar-benar
 dapat memahami sesuatu di balik simbol ini seseorang
 dapat memahami kedalaman maknanya yang signifikan.
 Serupa dengan cara kultivasi tingkat tinggi yang
 dipraktikkan di Tiongkok simbol Yin-Yang
kelihatannya sederhana di permukaan namun
kata-kata memiliki makna yang sangat mendalam.
Konsep Yin dan Yang dan Lima Unsur menyediakan
 kerangka intelektual tentang luasnya pemikiran ilmiah
Tiongkok terutama di bidang-bidang seperti biologi dan
 kedokteran. Organ tubuh dianggap tidak saling terkait
dalam berbagai cara yang sama seperti fenomena alam
 lainnya, dan paling baik dipahami dengan mencari korelasi
 dan korespondensi. Penyakit dipandang sebagai adanya
 gangguan dalam keseimbangan Yin dan Yang atau Lima
Unsur yang disebabkan emosi, panas atau dingin,
 atau pengaruh lainnya.
Dengan demikian terapi bergantung pada diagnosis
 akurat terhadap sumber ketidakseimbangan seperti
mengubah cara hidup. Filosofi Yin dan Yang membimbing
 rakyat Tiongkok kuno dalam memperbaiki moralitas mereka.
Kaisar Kuning mengatakan ”Prinsip Yin dan Yang adalah
dasar dari seluruh alam semesta. Ia mendasari segala
sesuatu dalam penciptaan. Ia memberi panduan tentang
 pengembangan orangtua; ia adalah akar dan sumber
 hidup dan mati; kuil-kuil dewa beranggapan bahwa
untuk merawat dan mengobati penyakit, seseorang
harus mencari asal-usul mereka.”
Ide Yin-Yang telah menjadi kekuatan pendorong bagi
 tulisan-tulisan terkenal dari Tiongkok, seperti Kitab
Perubahan (Zhouyi), Kedokteran Klasik Kaisar Kuning
(Huangdi Neijing), dan Tao Te Ching. Budaya Tiongkok
 diketahui terinspirasi dari para dewa dan memiliki individu
 epik yang tak terhitung jumlahnya. Jika kita ingin memilih
sebuah lambang untuk melambangkan budaya agung dan
sejarah megah, simbol Yin-Yang pasti akan memiliki tempat
yang adil dalam sejarah.

Catatan:
Berikut adalah ringkasan singkat tentang karakteristik
Yin-Yang. Yin dan Yang pada dasarnya saling berlawanan,
 tetapi mereka adalah bagian dari alam, mereka bergantung
satu sama lain, dan mereka tidak dapat hidup tanpa satu
sama lain. Keseimbangan Yin dan Yang adalah penting.
Jika Yin lebih kuat, Yang akan menjadi lemah,
dan sebaliknya. Yin dan Yang dapat bertukar
tempat dalam kondisi tertentu sehingga mereka
biasanya tidak hanya Yin dan Yang saja.
Dengan kata lain, Yin dapat berisi bagian tertentu
dari Yang dan Yang dapat memiliki beberapa komponen Yin.
Hal ini diyakini bahwa Yin-Yang eksis dalam segala hal.
  1. YIN YANG dan 5 UnsurYin Yang merupakan perlambangan dari Tao dengan bulatan yang dibagi menjadi dua garis lengkung warna hitam dan putih. Yin ( sisi warna hitam ) membawa arti konotasi kejahatan, lemah, negatif, wanita. Sedangkan Yang ( sisi warna putih ) membawa arti konotasi kebaikan, kuat, positif, lelaki.
    Yin Yang dengan 5 elemen yang meliputinya, yaitu : kayutanahlogamapi dan air adalah dua prinsip induk dari seluruh kenyataan.
    Yin itu bersifat pasif, prinsip ketenangan, surga, bulan, air dan perempuan, simbol untuk kematian dan untuk yang dingin
    .
    Yang itu prinsip aktif, prinsip gerak, bumi, matahari, api, dan laki – laki, simbol untuk hidup dan untuk yang panas. Segala sesuatu dalam kenyataan kita merupakan sintesis harmonis dari derajat Yin tertentu dan derajat Yang tertentu.
    Yin Yang merupakan sebuah gambaran kongkrit dari perputaran dunia. Yin Yang merupakan sebuah prinsip kehidupan yang dinamis. Yin Yang memiliki dua arti :Pertama sebagai sebuah ketentraman dan kesederhanaan dalam menjali kehidupan nyata. Kedua adalah sebagai sebuah perputaran kehidupan, artinya dalam kehidupannya manusia tidak mungkin akan selalu tetap berada dalam laju perputaran kehidupan secara teguh, hal ini di yakini oleh faham Yin Yang. Hari ini kita mengalami kesusahan esok hari kita akan mengalami sebuah kebahagiaan, semakin tinggi kesusahan yang kita alami maka semakin tinggi pula kebahagian yang akan kita raih.
    Walaupun prinsip Yin Yang sangat ampuh dalam menganalisa ” cosmic energy ” (Chi), namun ia tidak cukup untuk menyelami seluruh sifat energy. Sehingga dibutuhkan prinsip 5 Unsur yang melihatnya lebih mendalam dengan membaginya menjadi 5 jenis atau sifat energi secara berurutan, dimulai dengan unsur kayu, kemudian api, tanah, besi (atau metal) dan gabungan dari prinsip Yin Yang dan 5 Unsur inilah dipelajari sebagai sifat energi dalam astrologi Tiongkok.
    Penjelasan ke 5 unsur energi adalah sebagai berikut :
    1. Unsur Kayu
    Dalam waktu, unsur kayu diartikan sebagai musim semi yaitu mulainya suatu kehidupan baru. Oleh karena itu, ia identik dengan pagi hari, timur dan bersifat angin. Warna hijau. Dalam ilmu pengobatan, hati berunsur kayu. Dalam karakter, unsur kayu diasosiasikan dengan kreativitas dan pelaksanaan
    2. Unsur Api
    Dalam waktu, unsur api diartikan sebagai pertengahan musim panas. Oleh karena itu, ia identik dengan di tengah siang hari, selatan dan bersifat panas. Warna merah. Dalam ilmu pengobatan, jantung bersifat api. Dari segi karakter, unsur api diasosiasikan dengan perasaan dan emosi.
    3. Unsur Tanah
    Dalam waktu, unsur tanah diartikan sebagai awal siang hari. Oleh karena itu, ia identik dengan posisi tengah dan berkaitan dengan kelembaban (humidity) . Warna kuning. Dalam ilmu pengobatan, limpa bersifat tanah. Dari segi karakter, unsur tanah diasosiasikan dengan daya konsentrasi, realisme dan stabilitas .
    4. Unsur Besi
    Dalam waktu, unsur besi (metal) diartikan sebagai musim gugur. Oleh karena itu, ia identik dengan malam hari, barat dan bersifat kering (aridity). Warna putih. Dalam ilmu pengobatan, paru-paru bersifat metal. Dari segi karakter, unsur besi diasosiasikan dengan kemauan keras dan kemandirian, juga khidmat dan ketajaman.
    5. Unsur Air
    Dalam waktu, unsur air diartikan sebagai musim dingin. Oleh karena itu, ia identik dengan malam hari, utara dan bersifat dingin. Warna hitam. Dalam ilmu pengobatan, ginjal bersifat air. Dari segi karakter, unsur air diasosiasikan dengan kejernihan pikiran dan rasional. Ia mengalir, liberal dan fleksibel.
    Sebagai unsur energi, jelas mereka saling berinteraksi dengan saling menunjang. Sesuai dengan urutan diatas, kayu dibakar menjadi api yang kemudian berubah menjadi tanah, tanah adalah sumber besi, zat besi adalah mineral yang dapat dicairkan, sedangkan air sendiri menghidupan pohon. Dengan demikian, kayu menghidupkan api memperkuat tanah memperkuat besi memperkuat air menghidupkan kayu.
    Dan untuk memperjelas interaksi antara 5 unsur tersebut saya akan menambahkan mengenai Teori Pergerakan Lima Unsur (U Sing).
    Teori Pergerakan Lima Unsur (U Sing)
    Using adalah teori terpenting setelah teori Yin Yang. Ia berkembang dari teori Yin Yang yang menilai sifat – sifat khusus lima unsur benda yang ada di alam semesta.Lima unsur tersebut adalah : LogamAirKayuApi dan Tanah. Masing – masing akan dijelaskan oleh teori Lima Unsur ini (U Sing) tentang hubungannya masing – masing.
    Dalam kedokteran timur khususnya di Cina, segala sesuatu yang ada di alam ini diringkas dan disimpulkan dengan lima unsur tersebut. Lain dengan kedokteran barat yang tak mengenal adanya Yin Yang, Lima Unsur dll.
    Berikut skema mengenai Lima Unsur :
    Skema pergerakan Lima Unsur yang ada di alam
    Untuk lebih jelasnya, mari kita ikuti uraian berikut,
    Hubungan Lima Unsur :
    1. Hubungan saling menghidupkan/menguatkan/menghasilkan (yang berbentuk segi lima)
    • Kayu menghidupi Api : Api diperbesar dengan menambah kayu dalam pembakaran.
    • Api menghidupi Tanah : Api menghasilkan abu (tanah) hasil dari kayu menghidupi api.
    • Tanah menghasilkan Logam : Besi didapat dari Bumi / tanah.
    • Logam menghidupi Air : Pada kelembapan udara tinggi, terbentuk butiran-butiran air di permukaan logam.
    • Air menghidupi Kayu : Tumbuh – tumbuhan membutuhkan air untuk hidup.
    Dalam hubungan keLima Unsur di atas dapat diartikan melahirkan, membantu pertumbuhan. Kalau dibahasakan manusia hubungan tersebut dapat diartikan hubungan Ibu Anak karena terdapat unsur melahirkan dan membantu pertumbuhan.
    2. Hubungan saling menindas/merusak/membatasi (yang berbentuk bintang)
    • Kayu merusak Tanah :Terjadinya banjir dikarenakan pohon-pohon (kayu) byk yg tumbang sehingga tanah jadi rusak terbawa air.
    • Tanah membatasi Air : Pembuatan bendungan memerlukan tanah sebagai pembatas air.
    • Air membatasi Api : Air digunakan untuk menjinakkan api dalam kebakaran.
    • Api merusak Logam : Terjadi pelelehan jika api terus menerus mengenai logam.
    • Logam membatasi Kayu : Gergaji (logam) digunakan untuk memangkas pohon.
    Kesimpulan : 
    Dalam hubungan ke lima unsur di atas diartikan saling mengalahkan/menguasai/menjajah dan membunuh.

 

perlunya rahasia cinta

Ada kalanya rasa cinta perlu dirahasiakan

Tercelakah orang Islam yang merahasiakan cintanya? Kalau tidak selalu tercela, alasan apa sajakah yang bisa kita terima untuk merahasiakan rasa cinta?
Berikut kami kutipkan setengah bagian terakhir dari Bab 12, “Orang yang Merahasiakan Cintanya”, buku Ibnu Hazm El Andalusy, Di Bawah Naungan Cinta, terj. Anif Sirsaeba (Jakarta & Semarang: Republika & Pesantren Basmala Indonesia, 2007), hlm. 85-87:
Mungkin seseorang menyembunyikan cinta dengan tujuan untuk menjaga keutuhan cintanya kepada sang kekasih. Jika karena alasan ini, berarti ia merupakan seorang pencinta yang setia dan memiliki sifat yang terpuji. Beberapa bait puisiku berujar tentang hal ini:
Mereka tahu aku ini pemuda yang dilanda cinta
Tapi kusembunyikan segala rahasia cinta
Kecuali pada mereka yang tahu keadaanku sepenuhnya
Bagi mereka yang tak tahu diriku sebenarnya
Cukuplah mereka tahu aku sedang mencinta
Seumpama garis yang terlihat nyata
Namun mereka tak perlu tahu hakikat guratannya
Atau seumpama suara perkutut yang indah suaranya
Tapi tak bisa dipahami hakikat maknanya
Mereka berkata,
Demi Allah, cintamu bukanlah racun binasa
Ia adalah hajat mulia
Amboi, cinta itu bukan perangai orang gila
Melainkan mutiara yang bikin orang tergila-gila
Selamanya, mereka tergetar dalam syakwa
Syakwa yang terputus atau terputusnya syakwa
Mengenai cinta yang dirahasiakan, aku pun memiliki puisi yang lain:
Untuk rahasia cinta, telah kusiapkan tempatnya
Kala ada orang mengetahuinya, aduhai betapa sedihnya
Tersingkapnya rahasia cinta seumpama diserang kematian
Kala rahasianya utuh terjaga, kebahagiaan
Sungguh tak terlukiskan
Bisa jadi, alasan mengapa seseorang harus merahasiakan cintanya, ia kuatir jika ada orang yang menghinanya. Sebab, yang ia cinta ternyata orang yang terhormat kedudukannya. Mencintai orang yang lebih terhormat kedudukannya memang tidak kecil risikonya. Dalam hal ini ada cerita menarik yang ingin kusampaikan padamu:
Sesungguhnya, seorang penyair dari Cordoba menulis sebuah puisi yang memuja-muja Shabah, ibunda Hisyam Al-Muayyad. Kemudian ada seorang budak perempuan menyenandungkan puisi itu di hadapan Al-Mansour Muhammad bin Abu Amir, dengan harapan agar Al-Mansour berkenan membeli dirinya. Namun, untung tak bisa diraih, malang tak bisa ditolak, Al-Mansour malah memerintahkan pengawal untuk memenggal kepala budak perempuan itu.
Serupa dengan cerita di atas, ialah cerita tentang terbunuhnya Ahmad bin Mughits, dan cerita tentang pengusiran besar-besaran terhadap keturunan Bani Mughits, berikut dikeluarkannya larangan untuk bergaul dengan mereka. Peristiwa ini mengakibatkan keturunan Bani Mughits hancur binasa. Sehingga keturunan Bani Mughits nyaris sirna, kecuali beberapa orang saja yang tersisa. Hal ini terjadi, lantaran Ahmad bin Mughits menggoda seorang putri raja. Sungguh, peristiwa demikian kerap terjadi waktu itu.
Diceritakan, sesungguhnya Al-Hasan bin Hani mencintai Muhammad bin Harun, yang masyhur dengan panggilan Ibnu Zubaidah. Muhammad bin Harun merasakan bahwa Al-Hasan menaruh cinta kepadanya. Namun, ia sendiri tidak mencintainya. Maka ia bentak Al-Hasan, kala Al-Hasan memandangnya lama-lama. Diceritakan pula, sesungguhnya Al-Hasan mengaku kian tergila-gila pada Muhammad kala ia memandanginya lama-lama.
Alasan lain mengapa seseorang merasa perlu menyembunyikan rasa cintanya, ialah karena permintaan dari sang kekasih agar cinta mereka dirahasiakan saja. Ada pula orang yang terpaksa harus merahasiakan cintanya, lantaran ia paham betul, jikalau cintanya itu ia ungkapkan, niscaya perasaan dan pikiran sang pujaan akan segera berubah. Ia akan berubah manja dan tinggi hati.
Atau ada juga orang yang terpaksa< harus merahasiakan cintanya, karena ia tahu, kalau cintanya diungkapkan, maka ia akan diperlakukan layaknya hamba sahaya oleh orang yang dicintainya. Padahal, selama ini hubungan di antara mereka adalah hubungan pertemanan yang sepadan. Karenanya, merahasiakan cinta merupakan strategi supaya pertemanan yang selama ini terjalin, tidak menjelma menjadi hubungan antara tuan dan hamba sahaya. Atau, bahkan, malah menjelma kebencian yang teramat dalam. Sungguh, ia yang merahasiakan cintanya tak ingin diperlakukan layaknya budak atau tawanan perang.
Alasan lainnya, mengapa orang merahasiakan cintanya, karena ia merasa sangat malu, kalau-kalau orang lain tahu bahwa dirinya sedang dirundung cinta. Dan sangat mungkin, bahwa orang merahasiakan cintanya lantaran cintanya tak kesampaian alias ditolak sang pujaan. Karenanya, ia berusaha mati-matian dalam menutupi perasaan cintanya, supaya orang lain–terutama orang yang menjadi saingan cintanya–tidak menertawakannya.

Selasa, 12 Maret 2013

pahami kebutuhan seks

Pahami Kebutuhan Seksual yang Diperlukan oleh Pasangan

Jakarta, Seks adalah bagian yang sangat penting dari hubungan suami istri. Tetapi kebanyakan pasangan salah mengerti akan kebutuhan seksual pasangannya. Sehingga Anda perlu mengetahui hal-hal yang perlu Anda hindari untuk dapat memahami kebutuhan seksual pasangan.

Berikut 7 hal yang harus dihindari agar pasangan saling mengerti kebutuhan seksual masing-masing, seperti dilansir onlymyhealth, Selasa (3/7/2012) yaitu:

1. Ragu-ragu untuk mengungkapkan keinginan berhubungan seks

Menyampaikan keinginan untuk berhubungan seks merupakan faktor terpenting agar Anda tidak salah menafsirkan kebutuhan seksual Anda dengan pasangan. Dengan kata yang lebih sederhana, Anda tidak dapat membaca pikiran masing-masing tanpa mengungkapkannya.

Oleh karena itu, berbagi pemikiran dan harapan tentang bagaimana pengalaman seksual bersama pasangan dapat membuat hubungan Anda lebih dekat.

2. Menutupi kecemasan tentang aktivitas seks di hadapan pasangan

Kebanyakan orang merasa tidak nyaman untuk membicarakan hal-hal seksual yang membuatnya cemas, seperti rasa sakit ketika penetrasi, dan sebagainya. Tetapi dengan memendam sendiri kecemasan yang Anda rasakan tidak akan membuat pasangan Anda memahami kebutuhan seksual Anda, begitu pula sebaliknya.

3. Terlalu santai ketika membicarakan kebutuhan seksual masing-masing

Jangan menganggap remeh pembicaraan yang menyangkut hubungan seksual dan membicarakannya dengan candaan. Luangkan waktu untuk membahas tentang keinginan Anda dan pasangan.

4. Anda tidak mencari tahu cara bagaimana seks yang dapat dinikmati bersama

Aktivitas seks yang terlalu monoton terkadang akan membuat pasangan merasa bosan. Cari tahu variasi seks yang dapat Anda lakukan bersama pasangan.

5. Anda tidak menciptakan hubungan emosional yang kuat bersama pasangan

Hubungan emosional juga memiliki peran penting untuk meningkatkan hubungan seksual Anda bersama pasangan. Oleh karena itu, Anda perlu meningkatkan hubungan emosional dengan meluangkan waktu bersenang-senang berdua.

6. Faktor-faktor fisik mempengaruhi kenikmatan seksual

Penyakit dan perubahan fisik seperti naiknya berat badan, perawatan pasca operasi dan perubahan hormon juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan seksual. Faktor-faktor ini dapat merusak atau mengganggu kemampuan Anda untuk menikmati aktivitas seksual.

7. Praduga bahwa pria lebih butuh seks sedangkan wanita tidak

Keyakinan bahwa kaum pria lebih berorientasi pada seks sementara wanita lebih terhadap komitmen untuk melayani, harus dihilangkan dari pikran Anda. Wanita juga memerlukan seks, hanya saja tidak bnayak yang berani mengungkapkannya terhadap pasangan. Atasi hal ini dengan membangun komunikasi tentang seks yang baik bersama pasangan.


Kebutuhan Seksual Tak Mengenal Menopause

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bagi semua orang, baik laki-laki maupun perempuan, kebutuhan biologis merupakan suatu kebutuhan yang wajar terjadi. Apalagi bagi pasangan suami istri.
Kebutuhan seksual bahkan tak berhenti ketika seorang perempuan sudah memasuki masa menopause. Setidaknya demikian disampaikan oleh Zoya Amirin, seorang psikolog.
"Semua orang berpikir kebutuhan seksual berhenti saat menopause, ketika orang sudah tua, pensiun, kebutuhan seks pensiun. Padahal sebenarnya kebutuhan seksual akan terus ada sampai seseorang mati," ujar Zoya.
Menurut alumni Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu, aktivitas seksual yang baik bisa membantu pemulihan dalam kesehatan seseorang, misalnya pada pasien stroke.
Zoya mengatakan, pada pasien stroke, ada kursus dan terapis yang membantu mereka mencari posisi seksualnya, sehingga pasien memiliki kehidupan seks yang baik, dan dengan demikian stroke-nya juga ikut membaik.
"Kadang orang stroke, apalagi laki-laki mulai galak karena mereka depresi, nggak bisa kerja, nggak bisa ngapa-ngapain. Di rumah nggak bisa bercinta, malah tambah depresi," cerita Zoya.
Ketika kehidupan seks pasien pelan-pelan membaik, istrinya juga diberikan pengertian harus sabar, dan terapi memberikan cara mengatur posisi bercinta, mengingat pada pasien stroke ada sebagian tubuh yang mati rasa, jadi tidak bisa semua tubuh digerakkan. "Seperti itu bisa dipelajari, malah meningkat kualitas hidup suami istri, dibandingkan yang nggak melakukannya."
Kalangan usia lanjut di panti wredha pun, kata Zoya, juga memiliki kebutuhan seksual. Menurut pengalaman Zoya, ia pernah menjumpai kakek-nenek di sebuah panti jompo yang jatuh cinta.
Ketika mereka berdua menikah, kehidupan mereka jadi lebih baik. Meskipun seks-nya agak sedikit tricky, harus pakai gel (karena lubrikasi di perempuan agak sedikit lama, tetapi laki-laki tetap bisa ereksi). Meski demikian, cinta membuat mereka berdua tetap bisa berhubungan seks. "Bahkan darah tinggi mereka dan penyakit lainnya lebih baik, lebih berkurang, karena kehidupan seks mereka meningkat," tandasnya.


 

antara cinta dan seks

Cinta ataukah Seks yang Paling Kita Butuhkan???

 
 
 
 
 
 
Rate This

Manusia, menurut wataknya, adalah makhluk sosial. Bersamaan dengan setiap hubungan kasih sayang mendalam yang dialaminya, dia menemukan bahwa dia bertambah dekat dengan dirinya. Dia juga menemukan bahwa orang lain membantunya dalam mendapatkan kekuatan kepribadiannya.
Oleh karena itulah, seorang manusia harus berjuang dengan segenap kesadarannya untuk sampai kepada orang lain dan mendekatkan mereka kepadanya, dan itulah salah satu sebab seseorang harus menikah dan membangun rumah tangga.
Sesungguhnya ketakutan terhadap kesendirian dan kekurangan cinta sangat besar pada diri mayoritas kita. Bahkan kita siap untuk melepaskan apa saja termasuk jiwa kita, untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Dengan cara ini, kita berharap berhasil mendapatkan teman sejati untuk kita.
Seorang anak akan rela mengerjakan hal-hal yang tidak masuk akal demi cinta kedua orang tuanya; dan seorang pemuda terkadang rela kehilangan kepribadiannya agar dapat diterima sebagai anggota dalam sebuah komunitas.
Para ahli psikologi berpendapat bahwa kebutuhan manusia yang paling mendasar adalah kebutuhannya untuk mengalahkan kesendirian yang membuatnya merasa asing dan terasingkan, dan menjadikannya berada dalam suatu keadaan yang mana dia hanya dapat menanti serangan dari dunia yang tidak pernah dilihatnya atau yang tidak pernah berhubungan dengannya.
Tidak ada cara lain untuk berhubungan dengan alam dan orang lain, selain cinta. Cinta adalah satu-satunya solusi agar manusia dapat keluar dari penjara diri menuju luasnya alam dan orang lain. Tanpa cinta, kehidupan akan berubah menjadi penjara kesendirian dan keterasingan yang menyakitkan.
DR. Lagas, dosen ilmu psikologi di Universitas Sorbone, berkata : “Kita tidak memiliki cara untuk menafsirkan cinta dengan penafsiran yang benar seandainya kita hanya mengembalikannya pada kebutuhan seksual.”
Realitanya, cinta berserasi dengan peningkatan kejiwaan manusia, yang butuh mencintai dan dicintai oleh manusia lain. Maksudnya, dia senantiasa membutuhkan manusia lain dan setiap yang dilakukan oleh gejolak hasrat seksual membantu terciptanya suasana jiwa yang cocok bagi lahirnya cinta.
Nah, pentingnya cinta bukan hanya untuk melahirkan keturunan atau pemuasan fisik, tetapi untuk terbebas dari kesendirian jiwa. Kita selalu berusaha agar terus merasa bahwa kita adalah bagian dari sebuah masyarakat. Di setiap fase dari fase kehidupan, kita bergerak ke arah orang lain: ke orang tua ketika kita masih kanak-kanak, ke orang dewasa ketika kita menginjak usia remaja, ke perkawinan, ke komunitas yang cocok dengan kita ketika kita dewasa dan matang, dan ke komunitas para jompo ketika kita sudah tua. Kita terus seperti itu hingga tiba ajal kita.
Kita membutuhkan orang lain agar kita dapat mencintai dan agar mereka mencintai kita. Tidak ada yang meragukan bahwa tanpa itu kita akan menjadi seperti bayi yang dibiarkan sendirian. Kita akan berhenti tumbuh; kita akan berhenti berkembang; dan kita akan memilih gila atau bahkan akan memilih mati.
Seorang bayi tidak tahu atau tidak mengerti dinamika cinta, tetapi dia memiliki kebutuhan kuat terhadap cinta, hingga jika cinta itu kurang, maka mungkin akan berpengaruh buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangannya, bahkan terkadang mengakibatkan kematiannya.
Kebutuhan ini akan bertambah besar bersamaan dengan bertambahnya usia. Pada beberapa kondisi, kebutuhan itu akan berubah menjadi kebutuhan kepada teman, cinta dan pembangkit utama semangat hidup. Sudah dimaklumi bahwa kurang mendapatkan cinta adalah sebab utama stres pada remaja.
Karena itu, buah cinta pantas untuk diperjuangkan, sebab dengan cinta, akan tercipta keselarasan dan kestabilan pada tubuh dan jiwa. Bukankah sehat itu tidak lain adalah suatu keadaan di mana tubuh dan jiwa selaras dan stabil? Jika sampai sekarang cinta tidak bisa menyembuhkan seseorang, maka itu karena kita belum mempelajari bagaimana seharusnya kita mencintai?
Seorang pujangga India, Thaghur, berkata : “Sesungguhnya orang yang menginginkan sesuatu dari perbuatan baik itu seperti sedang mengetuk pintu, sementara orang yang mencintai itu seperti menemukan pintu sudah terbuka.”
Benar, sesungguhnya kita akan dapat hidup di alam ini ketika kita mencintainya, lewat cinta yang efektif dan membantu orang lain.





About these ads

cinta sejati

Cara Mengetahui Cinta Sejati Atau Bukan

 
 
 
 
 
 
1 Votes

1. Cinta sejati tidak sama dengan nafsu
Cinta dan nafsu sering kali membingungkan kita. Sebenernya, kebanyakan tema film, lagu, novel bukanlah tentang cinta, melainkan nafsu. Bagaimana membedakanya?
cinta tahan uji, … nafsu mudah luntur …
cinta menghargai … nafsu memanfaatkan …
Daya tarik fisik sering kali menjadi satu sinyal awal dari tumbuhnya Cinta sejati, tapi itu belum jadi cinta sejati.
2. Cinta tidak sama dengan keromantisan
Perasaan romantis memang luar biasa dalam hubungan dekat antara pria dan wanita. Tuhan memang merancang agar kita mengalami perasaan seperti ini dalam hubungan istimewa dengan lawan jenis. Namun gairah dan kehangatan romansa tidak dapat disamakan dengan cinta. Keromantisan merupakan suatu perasaan; sedangkan cinta sejati masih memiliki makna yang jauh lebih dalam lagi.
3. Cinta sejati tidak sama dengan tergila-gila
Perasaan tergila-gila adalah daya tarik dan gairah yang kuat dalam diri seseorang terhadap lawan jenisnya. Kamu akan memikirkan dia siang dan malam. Pikiranmu tersita oleh orang itu sehingga kau tidak dapat berkonsentrasi pada hal yang lain. Kata lain dari persaan tergila-gila ialah puppy love atau cinta monyet. Jatuh cinta atau cinta pandangan pertama biasanya mereka berbicara ttg perasaan tergila-gila…
4. Cinta sejati tidak sama dengan seks
Cinta merupakan proses ; seks merupakan suatu tindakan. Cinta bisa dipelajari; seks merupakan naluri. Cinta membutuhkan perhatian terus menerus; seks tidak perlu seperti itu. Cinta membutuhkan waktu untuk berkembang dan menjadi dewasa; seks tidak perlu waktu untuk berkembang. Cinta membutuhkan interaksi emosional dan rohani; seks hanya membutuhkan interaksi fisik. Cinta membuat hubungan makin dalam; seks tanpa cinta membuat hubungan jadi renggang.
Pada dasarnya ada tiga perilaku dalam membina hubungan dengan orang lain, yang seringkali disebut “Cinta”.
1. “aku mencintaimu jika…”
Cinta bersyarat, ‘cinta jika’, ialah cinta yg mengajukan persyaratan. cinta semacam ini diberikan atau diterima jika persyaratan tertentu dipenuhi, contoh aku mencintaimu jika kau mau berhubungan seks denganku sekali saja… ‘cinta jika’ selalu mengikat. Selama syarat terpenuhi, hubungan itu baik-baik saja. Namun saat persyaratan itu tak terpenuhi, cinta itu pun pupus. Banyak perkimpoian kandas karena dibangun berdasarkan ‘cinta jika’. ‘Cinta jika’ bukan cinta sejati. jika kau berhubungan dengan seseorang dan merasa harus melakukan sesuatu dulu untuk mendapatkan cinta, berarti hubungan yg kau miliki bukan didasarkan pada cinta sejati.

2. “aku mencintaimu karena…”

Seseorang mencintai orang lain karena sesuatu yang dimiliki atau dilakukan orang itu. Contoh, aku mencintaimu karena kamu cantik, baik, dsb. Kedengerannya cinta karena cukup bagus hampir semua orang suka dicintai krn pribadi mereka atau apa yg mereka lakukan. ‘Cinta karena’ bukanlah cinta sejati. Kamu mungkin merasa tertarik kepada seseorang karena kepribadiannya, kedudukannya, kecerdasannya, keterampilannya, dsb. Namun, jika dasar cintamu tidak lebih dalam dari apa yang sekadar terlihat yang dimiliki atau dilakukan seseorang, maka cinta itu tidak akan bertahan lama.
3. Cinta titik
Jenis cinta ketiga adalah cinta tanpa syarat. Jenis ini mengatakan aku mencintaimu meski kau akan mengalami banyak perubahan. Tak ada sesuatupun yang dapat kau buat untuk memadamkan cintaku. ‘Cinta titik’ bukan cinta buta. Cinta jenis ini dapat dan benar-benar mengenal secara mendalam orang yang dicintainya. Cinta ini menyadari kemungkinan terjadinya kegagalan, kekurangan dan kesalahan orang itu.
Tak ada cara untuk mengusahakan cinta jenis ini, tapi sebaliknya kau juga tidak dapat kehilangan cinta yg seperti ini. ‘Cinta titik’ berbeda dari ‘cinta jika’ karena cinta ini tidak perlu memenuhi syarat tertentu sebelum diberikan. Juga berbeda dengan ‘cinta karena’ sebab tidak ditentukan oleh menarik tidaknya si dia atau nilai-nilai yang disukai oleh pihak lain.
Nafsu, keromantisan, perasaan tergila-gila, seks, ‘cinta jika’, dan ‘cinta karena’ sama-sama ingin mendapatkan sesuatu dari orang lain, sebaliknya cinta sejati suka memberi kepada orang lain.
About these ads