Kamis, 15 November 2012

Prinsip Hidup Positif

PRINSIP-PRINSIP MORAL DASAR
Pengertian Moral
Secara kebahasaan perkataan moral berasal dari ungkapan bahasa latin mores yang merupakan bentuk jamak dari perkataan mos yang berarti kebiasaan. Dalam kamus Umum bahasa Indonesia dikatakan bahwa moral adalah penetuan baik buruk terhadap perbuatan dan kelakuan. Istilah moral biasanya dipergunakan untuk menentukan batas-batas suatu perbuatan, kelakuan, sifat dan perangkai dinyatakan benar, salah, baik, buruk, layak atau tidak layak, patut maupun tidak patut. Moral dalam istilah dipahami juga sebagai (1) prinsip hidup yang berkenaan dengan benar dan salah, baik dan buruk. (2) kemampuan untuk memahami perbedaan benar dan salah. (3) ajaran atau gambaran tentang tingkah laku yang baik.
Untuk mengukur tindakan manusia secara moral, Tolak ukurnya adalah Prinsip-Prinsip Moral Dasar, berikut ini adalah prinsip-prinsip dari moral dasar tersebut :
a. Prinsip Sikap Baik
Kesadaran inti utilitarisme ialah bahwa kita hendaknya jangan merugikan siapa saja, jadi bahwa sikap yang dituntut dari kita sebagai dasar dalam hubungan dengan siapa saja adalah sikap yang positif dan baik. Prinsip utilitarisme, bahwa kita harus mengusahakan akibat-akibat baik sebanyak mungkin dan mengusahakan untuk sedapat-dapatnya mencegah akibat-akibat buruk dari tindakan kita bagi siapa saja yang terkena olehnya memang hanya masuk akal, kalau sudah diandaikan bahwa kita harus bersikap baik terhadap orang lain.
Dengan demikian prinsip moral dasar pertama dapat kita sebut prinsip sikap baik. Prinsip itu mendahului dan mendasari semua prinsip moral lain. Baru atas tuntutan dasar ini semua tuntutan moral lain masuk akal. Kalau tidak diandaikan bahwa pada dasarnya kita harus bersikap positif terhadap orang lain.
Prinsip ini mempunyai arti yang amat besar bagi kehidupan manusia. Hanya karena prinsip itu memang kita resapi dan rupa-rupanya mempunyai dasar dalam struktur psikis manusia, kita dapat bertemu dengan orang yang belum kita kenal tanpa takut. Karena sikap dasar itu kita dapat mengandaikan bahwa orang lain tidak akan langsung mengancam atau merugikan kita. Karena sikap dasar itu kita selalu mengandaikan bahwa yang memerlukan alasan bukan sikap yang baik melainkan sikap yang buruk. Jadi yang biasa pada manusia bukan sikap memusuhi dan mau membunuh, melainkan sikap bersedia untuk menerima baik dan membantu. Oleh karena itu berulang kali kita dapat mengalami bahwa orang yang sama sekali tidak kita kenal, secara spontan tidak membantu kita dalam kesusahan. Andaikata tidak demikian, andaikata sikap dasar antar manusia adalah negatif, maka siapa saja harus kita curigai, bahkan kita pandang sebagai ancaman. Hubungan antar manusia akan mati.
b. Prinsip Keadilan
Masih ada prinsip lain yang tidak termuat dalam utilitarisme, yaitu prinsip keadilan. Bahwa keadilan tidak sama dengan sikap baik, dapat kita pahami pada sebuah contoh : untuk memberikan makanan kepada seorang ibu gelandangan yang menggendong anak, apakah saya boleh mengambil sebuah kotak susu dari sepermarket tanpa membayar, dengan pertimbangan bahwa kerugian itu amat kecil, sedangkan bagi ibu gelandangan itu sebuah kotak susu dapat berarti banyak baginya. Tetapi kecuali kalau betul-betul sama sekali tidak ada jalan lain untuk menjamin bahwa anak ibu itu dapat makan, kiranya kita harus mengatakan bahwa dengan segala maksud baik itu kita tetap tidak boleh mencuri. Mencuri melanggar hak milik pribadi dan dengan demikian keadilan. Berbuat baik dengan melanggar hak pihak ketiga tidak dibenarkan.
Hal yang sama dapat juga dirumuskan dengan lebih teoritis : Prinsip kebaikan hanya menegaskan agar kita bersikap baik terhadap siapa saja. Tetapi kemampuan manusia untuk bersikap baik secara hakiki terbatas, itu tidak hanya berlaku pada benda-benda materiil yang dibutuhkan orang : uang yang telah diberikannya kepada seseorang pengemis tidak dapat dibelanjakan bagi anak-anaknya sendiri; melainkan juga dalam hal perhatian dan cinta kasih : kemampuan untuk memberikan hati kita juga terbatas! Maka secara logis dibutuhkan prinsip tambahan yang menentukan bagaimana kebaikan yang merupakan barang langka itu harus dibagi. Prinsip itu prinsip keadilan.
Adil pada hakekatnya berarti bahwa kita memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. Dan karena pada hakekatnya semua orang sama nilainya sebagai manusia, maka tuntutan paling dasariah keadilan ialah perlakuan yang sama terhadap semua orang, tentu dalam situasi yang sama. Jadi prinsip keadilan mengungkapkan kewajiban untuk memberikan perlakuan yang sama dan untuk menghormati hak semua pihak yang bersangkutan. Suatu perlakuan yang tidak sama adalah tidak adil, kecuali dapat diperlihatkan mengapa ketidak samaan dapat dibenarkan (misalnya karena orang itu tidak membutuhkan bantuan). Suatu perlakuan tidak sama selalu perlu dibenarkan secara khusus, sedangkan perlakuan yang sama dengan sendirinya betul kecuali terdapat alasan-alasan khusus. Secara singkat keadilan menuntut agar kita jangan mau mencapai tujuan-tujuan, termasuk yang baik, dengan melanggar hak seseorang.
c. Prinsip Hormat Terhadap Diri Sendiri
Prinsip ini mengatakan bahwa kita wajib untuk selalu memperlakukan diri sebagai suatu yang bernilai pada dirinya sendiri. Prinsip ini berdasarkan faham bahwa manusia adalah person, pusat berpengertian dan berkehendak yang memiliki kebebasan dan suara hati, makhluk berakal budi. Oleh karena itu manusia tidak pernah boleh dianggap sebagai sarana semata-mata demi suatu tujuan yang lebih lanjut. Ia adalah tujuan yang bernilai pada dirinya sendiri, jadi nilainya bukan sekedar sebagai sarana untuk mencapai suatu maksud atau tujuan yang lebih jauh. Hal itu juga berlaku bagi kita sendiri. Maka manusia juga wajib untuk memperlakukan dirinya sendiri dengan hormat. Kita wajib menghormati martabat kita sendiri.
Prinsip ini mempunyai dua arah. Pertama dituntut agar kita tidak membiarkan diri diperas, diperalat, diperkosa atau diperbudak. Perlakuan semacam itu tidak wajar untuk kedua belah pihak, maka yang diperlakukan demikian jangan membiarkannya berlangsung begitu saja apabila ia dapat melawan. Kita mempunyai harga diri. Dipaksa untuk melakukan atau menyerahkan sesuatu tidak pernah wajar, karena berarti bahwa kehendak dan kebebasan eksistensial kita dianggap sepi. Kita diperlakukan sama seperti batu atau binatang. Hal itu juga berlaku apabila hubungan-hubungan pemerasan dan perbudakan dilakukan atas nama cinta kasih, oleh orang yang dekat dengan kita, seperti oleh orang tua atau suami. Kita berhak untuk menolak hubungan pemerasan, paksaan, pemerkosaan yang tidak pantas. Misalnya ada orang yang didatangi orang yang mengancam bahwa ia akan membunuh diri apabila dia itu tidak mau kawin dengannya, maka menurut hemat saya sebaiknya diberi jawaban “silahkan!” dengan resiko bahwa ia memang akan melalukannya (secara psikologis itu sangar tidak perlu dikhawatirkan; orang yang sungguh-sungguh untuk membunuh diri biasanya tidak agresif). Adalah tidak wajar dan secara moral tidak tepat untuk membiarkan dia diperas, juga kalau kita mau diperas atas nama kebaikan kita sendiri.
Yang kedua, kita jangan sampai membiarkan diri terlantar, kita mempunyai kewajiban bukan hanya terhadap orang lain, melainkan juga terhadap diri kita sendiri. Kita wajib untuk mengembangkan diri. Membiarkan diri terlantar berarti bahwa kita menyia-nyiakan bakat-bakat dan kemampuan-kemampuan yang dipercayakan kepada kita. Sekaligus kita dengan demikian menolak untuk memberikan sumbangan kepada masyarakat yang boleh diharapkannya dari kita.
Terima Kasih
Edifikasi
Edifikasi mempunyai makna membangun/memberi kekuatan /mempromosikan/memuji/ menghormati sesuatu. Edifikasi merupakan prinsip dasar & kunci utama yang harus diterapkan sebagai pembangun jaringan (Network Builder). Edifikasikan selalu sponsor/Leader anda, perusahaan anda, partner bisnis anda, cross line anda, buku-buku positif dan juga semua pertemuan yang diadakan!!. Sebagai contoh bilamana anda mau mau meminta bantuan presentasi kepada Leader Anda, maka anda terlebih dahulu harus menceritakan mengenai kelebihan-kelebihan dari Leader Anda tersebut, misalnya anda boleh mengatakan bahwa: “Teman saya yang akan mengajarkan kita bisnis ini adalah orang yang luar biasa, beliau walaupun masih sekolah tetapi sudah menjadi pengusaha yang cukup sukses, yang bisa membiayai dirinya sendiri dan bahkan sudah bisa membantu orang tuanya. Karena beliau lebih berpengalaman dalam bisnis ini maka suatu kehormatan bagi kita semua karena beliau mau meluangkan waktunya untuk menjelaskan bisnis yang sangat luar biasa ini kepada kita. Hal ini bertujuan agar prospek Anda mau mendengarkan dengan baik tentang materi bisnis yang nantinya disampaikan oleh Leader anda. Jangan pernah mengedifikasi diri sendiri, karena akan terkesan sombong. Semua orang tidak suka orang sombong. Mintalah partner bisnis Anda untuk edifikasi anda. kalau terpaksa tidak ada yang mengedifikasi Anda, edifikasilah para Leader. Anda boleh menceritakan hasil yang anda peroleh di bisnis ini, hanya jika ditanya oleh prospek anda. 
EDUKASI"
Sikap Positif Membuat Anda Lebih Di Hormati. . .
 
"Ketekunan diri untuk mengafirmasi hal-hal positif ke dalam ingatan, akan menjadikan diri terbiasa untuk mengingat hal-hal baik, dan menjadikannya sikap positif saat berinteraksi dengan orang lain." ~ Djajendra Kepribadian yang menciptakan kebaikan adalah penting dalam kehidupan bermasyarakat. Sikap positif membuat diri lebih menarik, karena kebaikan yang dipancarkan membuat diri menjadi terhormat dalam pandangan siapa pun. Diri dengan sikap positif selalu membuat keputusan yang baik, dan juga mampu mempengaruhi kehidupan orang lain dengan hal-hal baik.
Sikap positif menjadikan diri sumber kebaikan, dan membuat semua hal disekeliling diri menjadi lebih indah dalam kebahagiaan dan keharmonisan hidup. Keindahan sikap positif merupakan cerminan dari kepribadian yang memancarkan energi baik dari hati nurani. Sikap positif membuat diri selalu tampil lebih optimis, peduli, percaya diri, dan memancarkan aura positif kepada kehidupan yang indah.
Kebaikan sebuah kepribadian tercermin melalui penampilan. Saat Anda bersikap positif, kepribadian Anda terlihat lebih indah dalam senyum dan tata krama, yang menciptakan kebaikan untuk siapa pun. Sikap positif membuat Anda cantik luar dalam. Pancaran energi baik dari dalam diri Anda akan membuat Anda menjadi orang yang dipercaya, dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk dipercaya oleh siapa pun. Aura baik yang terpancar melalui sikap positif akan menjadi sebuah kekuatan, yang mempengaruhi kehidupan Anda ke arah yang lebih terhormat.
Sikap positif membuat penampilan diri lebih muda, terlihat lebih sehat, lebih dipercaya oleh orang lain, memancarkan kebaikan, berbicara positif, lebih percaya diri, dan lebih cerdas secara sosial. Artinya, sikap positif akan membuat Anda tampil luar biasa, karena dalam jiwa yang baik ada kecantikan karakter, yang siap ditampilkan dalam bentuk sikap positif.
Sikap positif adalah energi baik yang membuat kehidupan menjadi lebih bersahabat dengan Anda. Karena, kebaikan yang diperlihatkan oleh sikap positif Anda, akan membuat semua kehidupan tersenyum bahagia saat berinteraksi dengan pribadi Anda. Sikap positif langsung menyentuh hati orang lain untuk membangun hubungan baik, yang mencerahkan kehidupan bersama.
Sikap positif dimulai dengan kemampuan diri untuk berpikir, berkata-kata, beremosi, dan berperilaku optimis di sepanjang hari. Dan semua ini, dapat dihasilkan dari disiplin dan kesadaran, untuk melatih dan membiasakan diri, menjadi positif terhadap semua hal dalam hidup. Proses menjadi positif adalah melalui perubahan menuju jati diri yang baru, dalam pencerahan nilai-nilai atau prinsip-prinsip hidup; yang mendorong diri menjadi terbaik secara emosional, pikiran dan perilaku. Ketekunan diri untuk mengafirmasi hal-hal positif ke dalam ingatan, akan menjadikan diri terbiasa untuk mengingat hal-hal baik, dan menjadikannya sikap positif saat berinteraksi dengan orang lain. Ketika Anda mampu bersikap baik kepada diri sendiri, maka Anda juga pasti mampu bersikap baik kepada siapa pun, tanpa terkecuali.
Sikap positif adalah akar kebahagiaan. Hidup yang bahagia pasti merupakan harapan dari semua orang, dan untuk membuat diri bahagia diperlukan perubahan sikap, serta membiasakan diri hidup dalam bahagia. Bahagia adalah cara bersikap positif terhadap semua objek kehidupan. Bila Anda sudah mampu melihat semua objek kehidupan itu indah dari perasaan syukur dan terima kasih, maka hati Anda sudah mulai masuk ke dalam sumber kebahagiaan hidup. Bahagia adalah kebesaran hati untuk melihat semua hal di dalam diri dan di luar diri dari sikap optimis.
Sikap positif akan membawa Anda menuju kehormatan diri. Sikap positif Anda menunjukkan kualitas Anda yang paling indah, dan menjadi energi yang dapat membantu menciptakan dunia yang positif. Jadilah positif dengan menampilkan kebaikan untuk keindahan hidup semua orang. Pandangan positif, pikiran positif, dan hati nurani Anda yang positif, akan menjadi sumber kebaikan hidup, dan membuatnya mempengaruhi kehidupan menjadi lebih indah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar