Kamis, 16 Mei 2013

Psikologi Kematian

Psikologi Kematian

Sampul Depan
Hikmah, 2005 - 179 halaman

Apa yang dikatakan orang - Tulis resensi

Review: Psikologi Kematian

Ulasan Pengguna  - Novita Indah - Goodreads

Buku terkait

Aku kesepian, sayang
Seno Gumira Ajidarma
Tuhan begitu dekat
Komaruddin Hidayat
The Wisdom Of Life
Komaruddin Hidayat
Psikologi Beragama
Komaruddin Hidayat
Wahyu di langit wahyu di bumi
Komaruddin Hidayat
Tragedi Raja Midas
Komaruddin Hidayat
Psikologi Ibadah
Komaruddin Hidayat
250 wisdoms
Komaruddin Hidayat, Abdullah Wong
Meraih hidup bermakna
Hanna Djumhana Bastaman
Hidup Setelah Mati
Raymond A. Moody

Halaman terpilih

Isi

Bagian 9
100

Bagian 10
115

Bagian 11
119

Bagian 12
128

Bagian 13
132

Bagian 14
169

Bagian 15
172

Bagian yang populer

Halaman ii - Hikmah yang menerbitkan buku-buku umum bertemakan spiritualitas praktis, motivasi, pluralitas, dan universalitas kemanusiaan.
Halaman 35 - Ketuhanan (yang dimaksudkan barangkali kebertuhanan) tidak mewakili dampak secara praksis dan fungsional kalau saja tidak termanifestasikan dalam realita perilaku kemanusiaan. Sila-sila yang lain sesungguhnya merupakan kelanjutan logis dan tuntutan etis baik dalam tataran individual maupun kolektif. Visi ketuhanan dan kemanusiaan yang berakar pada setiap individu dan terjelma dalam tata nilai budaya bangsa akan memberikan pencerahan dan arahan pada perjalanan bangsa ini. Sehingga cita-cita sosial...
Halaman 34 - Tuhan sebagai tujuan akhirnya, maka ia akan terbebaskan dari derita alienasi, karena Tuhan adalah pesona yang Mahahadir (omnipresent) dan Mahamutlak. Eksistensi yang relatif akan lenyap ke dalam eksistensi yang absolut. Keyakinan dan perasaan akan kemahahadiran Tuhan inilah yang akan memberikan kekuatan, pengendalian dan sekaligus kedamaian dalam hati seseorang. Sehingga, yang bersangkutan merasa berada dalam orbit Tuhan, bukannya putaran dunia yang tak jelas lagi ujung pangkalnya.
Halaman 35 - Secara retorik, apa yang dikemukakan di atas sesungguhnya sudah tersurat dalam dua sila pertama dari Pancasila. Dua sila pertama itulah, hemat saya, inti Pancasila yang diharapkan menumbuhkan etos manusia Indonesia. Manusia (Indonesia) akan bisa dipahami secara benar kemanusiaannya hanya ketika ia dikaitkan dengan Tuhan Sang Pencipta dan Pembimbingnya. Sebaliknya, sila Ketuhanan (yang dimaksudkan barangkali kebertuhanan) tidak mewakili dampak secara praksis dan fungsional kalau saja tidak termanifestasikan...
Halaman 34 - Sebagaimana diyakini kalangan idealismespiritualisme, di balik setiap transformasi sosial terdapat nilai-nilai ideal yang mendorong dan mengarahkan jalannya sejarah, meskipun jalan yang ditempuhnya kadangkala bersifat spiral dan dialektis, bukannya linier dan mulus.
Halaman 32 - Ketiga, mereka yang teralienasikan dari Tuhannya dan sekaligus juga dari lingkungan sosialnya. Persoalan alienasi adalah persoalan kejiwaan manusia, manusia berperan sebagai penyebab munculnya alienasi tetapi sekaligus juga sebagai kurban yang harus menanggung akibatnya. Meskipun kita katakan bahwa alienasi adalah persoalan kejiwaan, problema ini memiliki keterkaitan erat dengan persoalan epistemologi. Sebagaimana telah disinggung di muka, pandangan...
Halaman 96 - Rasulullah mengajarkan agar seseorang ketika meninggal hendaknya mewariskan ilmu yang bermanfaat bagi kemanusiaan, harta kekayaan yang dibelanjakan untuk kesejahteraan umat, dan anak ataupun generasi yang saleh. Ketiga warisan itulah yang membuat seseorang panjang umur, sekalipun seseorang telah meninggal.
Halaman 35 - ... suburnya nilai-nilai ketuhanan dalam perilaku manusia ataukah tidak. Di sini 'kebertuhanan' dan 'keberperikemanusiaan' merupakan poros dan sekaligus tolok ukur untuk mengevaluasi proses sejarah. Dengan meminjam teori cermin al-Gazali,aktivitas kemanusiaan yang tidak diterangi oleh cahaya keilahian bagaikan orang berjalan di atas lorong setan yang gelap.
Halaman 32 - Tuhan dan keterkaitannya dengan manusia lain dalam kehidupan sosial. Dalam kehidupan modern sekarang ini terdapat kecenderungan pada lapisan atau kelompok sosial tertentu ke arah situasi keterasingan atau alienasi, yang bisa kita bedakan, setidaknya ke dalam tiga kelompok.
Halaman 33 - ... dari realitas yang lebih tinggi (upward causation). Dua paradigma di atas memiliki perbedaan yang amat mendasar dan membias kepada berbagai aliran ilmu pengetahuan dan filsafat, sehingga dengan demikian mereka mempunyai konsep tentang 'realitas

Informasi bibliografi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar