Selasa, 12 Maret 2013

antara cinta dan seks

Cinta ataukah Seks yang Paling Kita Butuhkan???

 
 
 
 
 
 
Rate This

Manusia, menurut wataknya, adalah makhluk sosial. Bersamaan dengan setiap hubungan kasih sayang mendalam yang dialaminya, dia menemukan bahwa dia bertambah dekat dengan dirinya. Dia juga menemukan bahwa orang lain membantunya dalam mendapatkan kekuatan kepribadiannya.
Oleh karena itulah, seorang manusia harus berjuang dengan segenap kesadarannya untuk sampai kepada orang lain dan mendekatkan mereka kepadanya, dan itulah salah satu sebab seseorang harus menikah dan membangun rumah tangga.
Sesungguhnya ketakutan terhadap kesendirian dan kekurangan cinta sangat besar pada diri mayoritas kita. Bahkan kita siap untuk melepaskan apa saja termasuk jiwa kita, untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Dengan cara ini, kita berharap berhasil mendapatkan teman sejati untuk kita.
Seorang anak akan rela mengerjakan hal-hal yang tidak masuk akal demi cinta kedua orang tuanya; dan seorang pemuda terkadang rela kehilangan kepribadiannya agar dapat diterima sebagai anggota dalam sebuah komunitas.
Para ahli psikologi berpendapat bahwa kebutuhan manusia yang paling mendasar adalah kebutuhannya untuk mengalahkan kesendirian yang membuatnya merasa asing dan terasingkan, dan menjadikannya berada dalam suatu keadaan yang mana dia hanya dapat menanti serangan dari dunia yang tidak pernah dilihatnya atau yang tidak pernah berhubungan dengannya.
Tidak ada cara lain untuk berhubungan dengan alam dan orang lain, selain cinta. Cinta adalah satu-satunya solusi agar manusia dapat keluar dari penjara diri menuju luasnya alam dan orang lain. Tanpa cinta, kehidupan akan berubah menjadi penjara kesendirian dan keterasingan yang menyakitkan.
DR. Lagas, dosen ilmu psikologi di Universitas Sorbone, berkata : “Kita tidak memiliki cara untuk menafsirkan cinta dengan penafsiran yang benar seandainya kita hanya mengembalikannya pada kebutuhan seksual.”
Realitanya, cinta berserasi dengan peningkatan kejiwaan manusia, yang butuh mencintai dan dicintai oleh manusia lain. Maksudnya, dia senantiasa membutuhkan manusia lain dan setiap yang dilakukan oleh gejolak hasrat seksual membantu terciptanya suasana jiwa yang cocok bagi lahirnya cinta.
Nah, pentingnya cinta bukan hanya untuk melahirkan keturunan atau pemuasan fisik, tetapi untuk terbebas dari kesendirian jiwa. Kita selalu berusaha agar terus merasa bahwa kita adalah bagian dari sebuah masyarakat. Di setiap fase dari fase kehidupan, kita bergerak ke arah orang lain: ke orang tua ketika kita masih kanak-kanak, ke orang dewasa ketika kita menginjak usia remaja, ke perkawinan, ke komunitas yang cocok dengan kita ketika kita dewasa dan matang, dan ke komunitas para jompo ketika kita sudah tua. Kita terus seperti itu hingga tiba ajal kita.
Kita membutuhkan orang lain agar kita dapat mencintai dan agar mereka mencintai kita. Tidak ada yang meragukan bahwa tanpa itu kita akan menjadi seperti bayi yang dibiarkan sendirian. Kita akan berhenti tumbuh; kita akan berhenti berkembang; dan kita akan memilih gila atau bahkan akan memilih mati.
Seorang bayi tidak tahu atau tidak mengerti dinamika cinta, tetapi dia memiliki kebutuhan kuat terhadap cinta, hingga jika cinta itu kurang, maka mungkin akan berpengaruh buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangannya, bahkan terkadang mengakibatkan kematiannya.
Kebutuhan ini akan bertambah besar bersamaan dengan bertambahnya usia. Pada beberapa kondisi, kebutuhan itu akan berubah menjadi kebutuhan kepada teman, cinta dan pembangkit utama semangat hidup. Sudah dimaklumi bahwa kurang mendapatkan cinta adalah sebab utama stres pada remaja.
Karena itu, buah cinta pantas untuk diperjuangkan, sebab dengan cinta, akan tercipta keselarasan dan kestabilan pada tubuh dan jiwa. Bukankah sehat itu tidak lain adalah suatu keadaan di mana tubuh dan jiwa selaras dan stabil? Jika sampai sekarang cinta tidak bisa menyembuhkan seseorang, maka itu karena kita belum mempelajari bagaimana seharusnya kita mencintai?
Seorang pujangga India, Thaghur, berkata : “Sesungguhnya orang yang menginginkan sesuatu dari perbuatan baik itu seperti sedang mengetuk pintu, sementara orang yang mencintai itu seperti menemukan pintu sudah terbuka.”
Benar, sesungguhnya kita akan dapat hidup di alam ini ketika kita mencintainya, lewat cinta yang efektif dan membantu orang lain.





About these ads

Tidak ada komentar:

Posting Komentar